32.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok UtaraProgres 68,35 Persen, Pembangunan Alun-Alun Tanjung Ditarget Rampung Desember 2025

Progres 68,35 Persen, Pembangunan Alun-Alun Tanjung Ditarget Rampung Desember 2025

Lombok Utara (Inside Lombok) – Proyek pembangunan Alun-Alun Kota Tanjung diperpanjang hingga Desember 2025 dari target awal November 2025. Perpanjangan waktu atau addendum dilakukan akibat keterlambatan proses pembongkaran bangunan Koramil Tanjung yang berada di lokasi proyek.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Kabupaten Lombok Utara (KLU), Rangga Wijaya, menjelaskan pembongkaran bangunan Koramil harus menunggu persetujuan dari pemerintah pusat dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Mataram.

“Hampir dua bulan kita menunggu kepastian dari KPKNL dan baru keluar baru-baru ini, sehingga kita harus melakukan addendum waktu hingga Desember. Sekarang ini progres pembangunan baru mencapai sekitar 68,35 persen,” ujarnya, Senin (20/10).

Proyek senilai Rp5,22 miliar yang bersumber dari APBD KLU 2025 ini dikerjakan oleh PT Almirah Konstruksi asal Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Pekerjaan yang tengah berlangsung meliputi penyelesaian pot bunga, pemasangan batu candi pada gapura, batu kali drainase jalan, serta pemasangan sand block di beberapa titik.

Rangga menambahkan, pembangunan alun-alun ini tidak hanya menekankan aspek struktur, tetapi juga estetika dan kualitas hasil pekerjaan. “Pengerjaannya bukan seperti struktur bangunan gedung, tapi aspek estetika harus benar-benar dimainkan. Selain itu kualitas dalam pengerjaan. Harus rapi, indah, dan kuat,” terangnya.

Desain Alun-Alun Tanjung dirancang menjadi ikon baru KLU dengan penataan ramah masyarakat dan tampilan menarik pada siang maupun malam hari. “Kita ingin ini menjadi ruang publik yang membanggakan,” jelasnya.

PUPRKP KLU menargetkan tahap pertama proyek rampung akhir Desember 2025. Tahap kedua akan dilanjutkan pada 2026 dengan fokus pada penataan lapangan utama, jogging track, lapak UMKM, area parkir, dan ruang bermain ramah anak. Anggaran tahap kedua diperkirakan mencapai Rp10 miliar. “Dengan adanya perpanjangan waktu ini, kami berharap kualitas pembangunan dapat terjaga maksimal,” tutup Rangga.

- Advertisement -

Berita Populer