Lombok Utara (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) mencanangkan berbagai upaya mempromosikan desa wisata yang ada, salah satunya dengan menggandeng Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) setempat. Hal ini dilakukan lantaran dari sekian banyak desa wisata dan pesona alam yang menjadi daya tarik menggaet wisatawan untuk datang di kabupaten tersebut, masih belum banyak diketahui.
Kepala Dinas Pariwisata KLU, Denda Dewi Tresni Budi Astuti mengatakan nantinya Bupati dan PHRI KLU akan membuat nota kesepahaman untuk mempromosikan desa wisata. Rencana nota kesepahaman ini merupakan bagian dari program 99 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati KLU.
“Nanti konsep (nota kesepahaman) kita kedepannya adalah bagaimana agar tamu-tamu yang berkunjung ke gili, dengan jumlah wisatawan bisa mencapai 3 ribuan. Mereka juga bisa menikmati destinasi kita yang ada di darat,” ujarnya, Jumat (7/3).
Konsep yang akan dikembangkan adalah bagaimana agar para wisatawan yang mengunjungi Gili Trawangan yang jumlahnya bisa mencapai 3 ribu orang per hari dapat lebih maksimal menikmati destinasi yang ada di daratan. Destinasi-destinasi yang ada di darat cukup banyak, tentunya menawarkan pesona alamnya yang indah.
Lebih lanjut, KLU memiliki destinasi air terjun yang indah disetiap sudutnya. Hanya saja, belum banyak yang mengetahuinya, karena belum masif dipromosikan. Untuk itu dengan adanya rencana nota kesepahaman tersebut memberikan lampu hijau bagi pengelola desa wisata yang ada.
“Kita ingin ada kerjasama yang tertuang antara desa dengan teman-teman hotel di gili, termasuk (hotel,red) di darat. Sekaligus mempromosikan desa wisata, tapi kita pakai pilot proyek-nya tiga desa wisata dulu, yakni Senaru, Genggelang dan Menggala (wisata) Kerujuk,” terangnya.
Tiga desa wisata itu dipilih karena dekat dengan Tiga Gili, agar wisatawan yang datang ke Gili menginap lebih lama dengan cara menjual paket-paket wisata yang melibatkan desa wisata. Melalui inisiatif ini, diharapkan tumbuh lebih merata, tidak hanya di kawasan gili, tetapi juga di desa-desa sekitar yang memiliki potensi wisata yang luar biasa.
Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, asosiasi hotel, dan masyarakat desa, Lombok Utara bertekad untuk menjadi destinasi wisata yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. “Harapan kita semua desa wisata ini bisa mendapatkan dampak dari gili ini. Makanya kita pakai rencana pilot proyek-nya itu Senaru, Genggelang dan Menggale,” jelasnya. (dpi)

