26.5 C
Mataram
Sabtu, 7 Februari 2026
BerandaLombok UtaraSanggar Anak Gunung di KLU Raih Hibah Bergengsi dari Kemenbud

Sanggar Anak Gunung di KLU Raih Hibah Bergengsi dari Kemenbud

Lombok Utara (Inside Lombok)- Komunitas Sanggar Anak Gunung (SAG) di Kabupaten Lombok Utara (KLU), menorehkan prestasi membanggakan. Komunitas literasi yang berlokasi di Dusun Lokok Gitak, Gondang, ini terpilih sebagai satu-satunya penerima hibah Program Penguatan Komunitas Sastra dari Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI tahun 2025.

Keberhasilan ini menjadi tonggak penting bagi perkembangan sastra dan budaya di NTB, khususnya di KLU. Dari 120 komunitas sastra yang lolos seleksi nasional, SAG menjadi satu-satunya yang terpilih untuk mendapatkan hibah ini melalui Direktorat Jenderal Pengembangan, Pembinaan, dan Pemanfaatan Kebudayaan.

“Kami mencoba untuk terus bergerak meski dalam keterbatasan. Terpilihnya SAG dalam program ini kemungkinan karena posisi kita sebagai komunitas yang sedang berkembang dan berada di daerah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal),” ungkap pendiri Sanggar Anak Gunung, De Galih Mulyadi.

SAG didirikan pada 2017, berawal dari Desa Selelos. Meskipun tidak terlalu populer di kalangan masyarakat luas, komunitas ini tetap konsisten dalam menjalankan berbagai kegiatan literasi dan seni. Mulai dari pementasan teater, diskusi buku, hingga program “Batur” (Baca Tutur) menyasar anak-anak di pedesaan.

Sementara itu, sebagai bagian dari program penguatan komunitas sastra dari Kemenbud RI, SAG menggelar rangkaian kegiatan mimbar buku selama tiga hari. Acara diawali dengan diskusi dan bedah buku Tuhan Padi karya Kiki Sulistyo, yang dibedah oleh penulis Lamuh Syamsuar, dan dimoderatori oleh Yusran Hadi.

Setelah itu, dilanjutkan dengan lokakarya penulisan bertema Aku dan Kampungku yang dimentori oleh tiga penulis kenamaan NTB: Kiki Sulistyo, Lamuh Syamsuar, dan Arianto Adi Purwanto. Rangkaian ini ditutup dengan bedah buku Iblis Tanah Suci, karya Arianto Adi Purwanto, yang akan dibedah oleh Eko Wahono dan dimoderatori oleh Saskia Septina D.

“Kami juga sedang mempersiapkan festival sastra, rencananya di bulan Oktober, dan didukung Badan Bahasa Nasional Republik Indonesia. Kami berharap teman-teman semua bisa ikut terlibat dan apa diharapkan bisa terealisasi dengan sukses dan sastra di KLU semakin maju,” imbuhnya. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer