Lombok Utara (Inside Lombok) – Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Lombok Utara (KLU) resmi dimulai dengan peletakan batu pertama di atas lahan seluas 6,7 hektar di Dusun Amor-Amor, Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Rabu (4/3). Program inisiatif Presiden RI Prabowo Subianto ini ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga prasejahtera dan memutus rantai kemiskinan ekstrem.
Kepala Sentra Paramita Mataram, Arif Rohman, mewakili Kementerian Sosial Republik Indonesia, menyampaikan bahwa sekolah tersebut merupakan pilot project permanen pertama di NTB. Sekolah ini akan menerapkan konsep boarding school dengan sasaran anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2.
“Tujuannya jelas menampung anak-anak dari keluarga prasejahtera agar bisa mengakses pendidikan layak. Konsepnya adalah boarding school, di mana siswa akan tinggal 24 jam dan seluruh biaya pendidikan dari awal hingga lulus ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah,” ujarnya usai peletakan batu pertama.
Ia menambahkan, sekitar 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP hingga SMA ditargetkan belajar di Sekolah Rakyat tersebut. “Program strategis pemerintah menjawab persoalan kemiskinan ekstrem, khususnya pada desil 1 dan 2, nantinya sekitar 1000 siswa akan belajar di Sekolah Rakyat ini baik dari SD, SMP hingga SMA,” tuturnya.
Bupati KLU, Najmul Akhyar, menyatakan dukungannya terhadap pembangunan sekolah tersebut. Ia menegaskan faktor ekonomi tidak boleh menjadi penghalang anak untuk mengenyam pendidikan.
“Peletakan batu pertama ini adalah ikhtiar kita bersama. Tidak boleh ada lagi anak di Lombok Utara atau NTB yang tidak bersekolah dengan alasan tidak mampu,” ujarnya.
Ia menambahkan fasilitas sekolah diproyeksikan memenuhi standar tinggi guna menunjang kualitas pendidikan siswa. “Pendidikan merupakan jalan yang paling lurus untuk merubah masa depan tidak hanya masa depan diri sendiri tetapi juga masa depan keluarga,” tuturnya.
Asisten I Setda Provinsi NTB, Fathul Gani, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas penunjukan KLU sebagai lokasi program. Ia berharap seluruh pihak mendukung pembangunan hingga selesai. “Sekolah rakyat ini dibangun untuk kepentingan anak-anak kita dan tentunya memiliki manfaat jangka panjang,” tutupnya.

