Lombok Utara (Inside Lombok) – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Dusun Amor-Amor, Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), kini memasuki tahap kepastian anggaran setelah dilakukan rapat koordinasi dengan Satuan Kerja (Satker) Provinsi NTB. KLU menjadi satu-satunya kabupaten di NTB yang mendapat alokasi program unggulan pemerintah pusat tersebut.
“Baru selesai rapat dengan Satker provinsi, sebuah kepastian ini bahwa sekolah rakyat ini alhamdulillah 100 persen sudah dianggarkan oleh pemerintah untuk KLU,” ujar Bupati KLU, Najmul Akhyar, Senin (3/11).
Sekolah Rakyat ini dirancang dengan sistem boarding school atau sekolah berasrama dan dilengkapi fasilitas lengkap seperti asrama, laboratorium, lapangan, serta tempat ibadah. Pemerintah menanggung seluruh biaya sekolah dan fasilitas asrama secara gratis bagi masyarakat KLU. “Seluruh biaya sekolah, termasuk fasilitas asrama, akan ditanggung gratis oleh pemerintah. Dan ini untuk semua masyarakat KLU,” ucap Najmul.
Najmul menjelaskan, pembangunan Sekolah Rakyat bertujuan memastikan tidak ada lagi anak di KLU yang putus sekolah karena keterbatasan biaya. Sekolah ini akan memprioritaskan peserta didik dari keluarga kurang mampu.
“Harapan kita tidak ada anak-anak KLU yang nanti tidak bersekolah hanya alasan tidak bisa membayar sekolah. Karena daya tampungnya banyak, fasilitasnya luas yang menggunakan sistem boarding school,” jelasnya.
Selain pendidikan formal, sistem boarding school juga akan menanamkan nilai-nilai karakter dan budaya lokal. “Anak-anak kita didik tidak transfer of knowledge saja, tetapi di sana ada transfer kesopanan, adat istiadat, cara hidup, dan lainnya,” katanya.
Pemerintah daerah optimistis keberadaan Sekolah Rakyat akan berdampak positif terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di KLU. “Insya Allah (akan menaikkan IPM) saya yakin, satu karena beberapa masyarakat miskin terentaskan, mereka tidak harus memikirkan biaya yang besar untuk menyekolahkan anaknya,” pungkas Najmul.

