Lombok Utara (Inside Lombok) – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lombok Utara berkolaborasi bersama Astra Motor NTB selaku Main Dealer sepeda motor Honda di NTB dalam menghadirkan pendekatan berbeda dalam Operasi Keselamatan Rinjani 2026.
Memasuki hari kelima pelaksanaan operasi, Satlantas memberikan apresiasi kepada pengendara yang tertib berlalu lintas dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat.
Saat ditemui, Kasat Lantas Polres Lombok Utara, IPTU Dina Rizkiana, mengatakan apresiasi ini diberikan kepada pengendara yang menggunakan taat berkendaraan.
Apresiasi tersebut merupakan hasil kolaborasi Polres Lombok Utara bersama Astra Motor NTB, Dinas Perhubungan, dan unsur TNI. “Tujuan utama kami bukan semata-mata penindakan, tetapi juga ingin meningkatkan kesadaran masyarakat agar tertib berlalu lintas karena kesadaran pribadi, bukan karena takut polisi. Dengan adanya penyuluhan dan apresiasi ini, kami harap masyarakat semakin termotivasi,” ucap IPTU Dina.
Pemberian apresiasi dilakukan rutin setiap Jumat Berkah selama Operasi Keselamatan berlangsung. Operasi ini juga menjadi bagian dari persiapan menjelang bulan Ramadan dan pelaksanaan Operasi Ketupat, dengan harapan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) di wilayah hukum Polres Lombok Utara semakin membaik.
Astra Motor NTB melalui tim Safety Ridingnya juga gencar melakukan pendekatan persuasive untuk Masyarakat dengan berkolaborasi bersama Satlantas dan dinas terkait lainnya. Satria Wiman Jaya selaku Instruktur Safety Riding Astra Motor NTB mengatakan, bentuk apresiasi untuk pengendara yang menggunakan perlengkapan riding lengkap dan taat saat di jalan raya akan di berikan apresiasi berupa 1 buah helm, serta mereka juga mendapatkan buku panduan keselamatan berkendara dari Astra Motor NTB.
“Harapannya Masyarakat bisa secara mandiri dan sukarelas menjadi contoh yang baik bagi lingkungan terdekatnya seperti keluarga, tetangga dan orang sekitarnya. Kesadaran berkendara yang baik harus tumbuh dari diri sendiri dulu,” jelas Satria.
Lanjut IPTU Dina menambahkan, meski tilang elektronik (ETLE) belum diterapkan di Lombok Utara, penindakan tetap dilakukan secara manual terhadap pelanggaran prioritas. Sementara bagi pelanggaran ringan seperti tidak menggunakan helm, pengendara diberikan blangko teguran sebagai upaya edukasi. Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan kondisi tubuh fit saat berkendara, kendaraan dalam keadaan layak jalan, serta memahami dan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
Ke depan, Astra Motor NTB bersama Satlantas Polres Lombok Utara berencana memperluas kolaborasi, khususnya menyasar generasi muda. Pasalnya, kelompok usia 15–30 tahun masih mendominasi angka kecelakaan lalu lintas.
“Kami akan menggelar edukasi dan event keselamatan di sekolah-sekolah dan ruang publik yang banyak diisi generasi Z, agar angka kecelakaan bisa ditekan,” katanya.
Salah seorang warga Tanjung, Lizanova, mengaku terkejut sekaligus senang saat menerima reward.
“Terima kasih buat Polres Lombok Utara dan Astra Motor NTB. Kaget juga tiba-tiba dikasih reward karena surat-surat lengkap. Kegiatan seperti ini bagus, sering-sering saja,” ujarnya

