25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok UtaraSinergi Pusat dan Daerah Pacu Pembangunan dan Kemandirian Ekonomi di KLU

Sinergi Pusat dan Daerah Pacu Pembangunan dan Kemandirian Ekonomi di KLU

Lombok Utara (Inside Lombok) – Kabupaten Lombok Utara yang genap berusia 17 tahun, kini menatap masa depan dengan optimisme. Di usia transisi menuju kedewasaan, fokus utama adalah menciptakan sinergi kuat antara pemerintah daerah dan pusat, serta mendorong inovasi demi kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya sinergi kedua belah pihak ini, maka kemajuan Lombok Utara bisa lebih cepat. Baik itu investasi, ekonomi maupun pariwisata dan lainnya.

Sekretaris Jenderal Partai Perindo, Andi Muh. Yuslim Patawari, mengungkapkan harapannya agar di bawah kepemimpinan Bupati Najmul Akhyar dan Wakil Bupati Kusmalahadi, Lombok Utara semakin maju. Dalam hal ini pentingnya strategi matang untuk menghadapi dinamika ekonomi regional dan nasional, begitu juga daerah.

“Kami berharap ada sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Kami mendukung terjadi sinergi itu, kami berharap pemerintah Lombok Utara melakukan inovasi dalam pengembangan semua sektor, khususnya dalam sektor pariwisata yang ada di Lombok Utara,” ujarnya, Senin (21/7).

Tujuannya jelas, agar Lombok Utara semakin mendunia dan menghasilkan devisa yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pada usia 17 tahun adalah pijakan dasar bagi Lombok Utara untuk melangkah maju. Ini membutuhkan dukungan dari semua pihak, dengan tetap menjaga suasana kondusif. “Tidak ada isu negatif yang bisa mengganggu investasi, karena kita butuh investasi untuk memajukan suatu daerah,” ucapnya.

Senada, Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, menyoroti vitalnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Dimana kebutuhan Lombok Utara saat ini diharapkan dapat menjadi rancangan prioritas pemerintah pusat. Pada ulang tahun ke-17 ini menjadi momentum yang baik bagi Lombok Utara untuk melangkah lebih cepat lagi kedepannya.

“Kami berdiskusi dengan Kepala Bappenas, Bapak Muhaimin, sebagai salah satu menteri, bagaimana Lombok Utara ini sekarang sangat membutuhkan kerja sama baik di internal kami di Lombok Utara ataupun Lombok Utara dengan Pemerintah Pusat,” ujarnya.

Ditambahkan, Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamuri, menegaskan esensi sinergi dan kolaborasi. Momentum ini sangat penting untuk membawa Lombok Utara semakin maju. Saat ini, Penerimaan Asli Daerah (PAD) Lombok Utara hanya menyumbang 26 persen dari total APBD, sisanya masih sangat bergantung pada dukungan pemerintah pusat. “Tentu ke depan kami tidak ingin posisi itu terus-menerus seperti itu, kami juga bersinergi bagaimana membawa Lombok Utara ini lebih mandiri lagi,” ujarnya.

Hal ini menunjukkan komitmen kuat dari pemerintah daerah untuk mengurangi ketergantungan pada pusat dan berupaya keras dalam meningkatkan kemandirian ekonomi daerah. Dengan sinergi yang kuat antara pusat dan daerah, inovasi di berbagai sektor, serta komitmen untuk membangun kemandirian ekonomi. “Kami Lombok Utara berharap dapat mewujudkan potensi maksimalnya di usia yang terbilang muda ini,” demikian. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer