24.5 C
Mataram
Senin, 23 Februari 2026
BerandaLombok UtaraTarget Rampung Juni 2026, Proyek Sekolah Rakyat di Kayangan Dimulai

Target Rampung Juni 2026, Proyek Sekolah Rakyat di Kayangan Dimulai

Lombok Utara (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) memastikan pembangunan Sekolah Rakyat di Dusun Amor-Amor, Kecamatan Kayangan, mulai memasuki tahap konstruksi pada Februari 2026. Proyek senilai sekitar Rp250 miliar itu ditargetkan rampung pada Juni 2026 dan dirancang sebagai upaya menekan angka kemiskinan ekstrem di daerah tersebut.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) KLU, Fathurrahman, mengatakan pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut koordinasi antara Bupati KLU dan Balai Pelaksana Strategis NTB. Pemenang tender telah menandatangani kontrak dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

“Alhamdulillah sudah melakukan kontrak, pemenang tendernya sudah bersilaturahmi ke Bupati. Dalam waktu dekat, secepatnya akan dimulai bangun. Targetnya bulan Juni sudah selesai, anggarannya sekitar Rp250 miliar,” ungkapnya, Senin (23/2).

Sebelum konstruksi dimulai, pemerintah daerah bersama pengembang akan melakukan peninjauan lokasi dan sosialisasi kepada perangkat kecamatan hingga desa. “Setelah itu akan mulai. Tahun ini akan mulai beroperasi dan bulan ini sudah mulai pembangunan,” katanya.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat ditujukan bagi masyarakat kelompok rentan yang masuk kategori Desil I dan Desil II atau kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah. “Harapannya mudah-mudahan dengan sekolah rakyat ini yang beroperasi di KLU bisa membantu masyarakat kelompok rentan karena sasarannya untuk mereka,” tuturnya.

Menurutnya, program yang dijalankan di Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjadi instrumen intervensi kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. “Semoga betul-betul di manfaatkan sekolah rakyat ini, karena memang ini adalah sekolah yang disiapkan oleh pemerintah dalam rangka untuk memutus rantai kemiskinan sehingga betul betul bisa mengurangi angka kemiskinan di KLU ke depannya,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer