Lombok Utara (Inside Lombok) – Dalam rangka melestarikan seni qasidah serta memakmurkan syiar Islam melalui kesenian religi, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) menyelenggarakan Festival Lembaga Seni dan Qasidah (Lasqi) tingkat kabupaten. Terlebih kesenian qasidah bisa dikatakan alat musik tertua yang ada di negara Indonesia. Di mana KLU menargetkan agar Lasqi di kabupaten itu bisa kembali meraih juara tingkat nasional.
Bupati KLU, Najmul Akhyar mengatakan kesenian qasidah bukan hanya semata musik bernuansa islami saja. Tetapi sebagai ajang untuk untuk berdakwah, karena di dalamnya bait atau syair lagunya banyak pesan moral yang disampaikan, sehingga membuat qasidah ini berbeda dengan lagu lainnya.
“Qasidah boleh dikatakan juga kesenian yang pertama kita kenal semenjak kita lahir di dunia. KLU juga memiliki nilai histori bagus di bidang lasqi karena beberapa tahun lalu bisa menjuarai festival Lasqi di tingkat Nasional,” ungkapnya, Jumat (25/7). Najmul menyebutkan, bahwa jika syair-syair lagu qasidah itu diajarkan kepada generasi muda, maka akan memiliki nilai positif untuk membangun kepribadiannya. Untuk itu kegiatan ini dilaksanakan dengan harapan bisa membangun nilai positif kepada para anak-anak muda di KLU.
Ditambahkan, Ketua DPD Lasqi KLU, Rohani Najmul Akhyar menyampaikan semua peserta yang ikut festival Lasqi tingkat kabupaten, merupakan para juara Lasqi di tingkat kecamatan se KLU. Para peserta yang mendapatkan juara 1 Lasqi di tingkat kabupaten akan mewakili KLU pada ajang serupa di tingkat provinsi yang rencananya akan dilaksanakan pada September mendatang.
“Sedangkan untuk tingkat nasional akan diadakan di Bandung Provinsi Jawa Barat pada November, semoga ada anak-anak KLU yang bisa tampil di tingkat nasional nanti,” imbuhnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Lombok Utara, H. Adenan, mengatakan bahwa jumlah peserta yang mengikuti festival lasqi tingkat kabupaten berjumlah Kurang lebih 60 peserta. Dengan berbagai lomba diikuti dari diselenggarakannya festival lasqi oleh kecamatan di Lombok Utara.
“Lomba yang di ikuti oleh peserta antara lain pop religi anak -anak putra putri, pop religi remaja putri putra, pop religi dewasa putra putri, bipo gambus anak – anak putra putri, bipo gambus dewasa putra putri, qasidah rebana klasik remaja putra putri,” demikian. (dpi)

