25.5 C
Mataram
Sabtu, 14 Maret 2026
BerandaLombok UtaraTerjebak di Wilayah Konflik Iran, PMI Asal Lombok Utara Ajukan Permohonan Pulang

Terjebak di Wilayah Konflik Iran, PMI Asal Lombok Utara Ajukan Permohonan Pulang

Lombok Utara (Inside Lombok) – Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, dilaporkan berada di wilayah konflik di Iran dan telah mengajukan permohonan untuk dipulangkan ke Indonesia. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lombok Utara mencatat total terdapat 24 warga daerah tersebut yang saat ini masih berada di Iran.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Lombok Utara, Evi Wirnami, mengatakan sebagian besar PMI asal Lombok Utara berada dalam kondisi relatif aman karena bekerja jauh dari wilayah konflik. Namun satu orang dilaporkan berada tepat di area yang terdampak situasi keamanan.

“Ada 24 orang warga kita di sana (Iran). Sebanyak 23 orang posisinya relatif aman karena jauh dari titik konflik. Namun, ada satu orang yang persis berada di wilayah konflik,” ungkapnya, Jumat (13/3).

Ia menjelaskan, PMI yang berada di zona konflik tersebut telah mengajukan permintaan untuk dipulangkan ke tanah air. Meski demikian, proses evakuasi tidak dapat dilakukan secara cepat karena berkaitan dengan situasi keamanan dan hubungan antarnegara.

“Satu orang itu sudah meminta pemulangan. Tapi tentu tidak bisa serta-merta, apalagi ini menyangkut hubungan antarnegara di daerah konflik. Yang jelas, namanya sudah terdaftar di Konsulat Jenderal (Komjen) setempat,” tuturnya.

Menurutnya, seluruh PMI asal Lombok Utara yang bekerja di Iran umumnya berada di sektor domestik atau rumah tangga. Hingga saat ini Disnaker terus memantau perkembangan situasi untuk memastikan kondisi warga tetap aman. “Masih kami pantau terus perkembangan PMI KLU yang ada disana, kami terus berkomunikasi dengan pihak terkait,” ucapnya.

Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) serta kementerian terkait untuk memantau kondisi para PMI tersebut.

“Kewenangan kami memang terbatas, tidak sampai ke sana (luar negeri). Namun, kami memfasilitasi dan berkoordinasi penuh dengan BP3MI sebagai perwakilan kementerian. Kami terus tektokan (berkoordinasi) dan menerima laporan resmi terkait perkembangan warga kita di sana,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara berharap proses diplomasi dan evakuasi melalui pemerintah pusat dapat segera dilakukan sehingga PMI asal Kayangan yang berada di wilayah konflik dapat kembali ke Indonesia dengan selamat. “Untuk PMI yang satu orang ini persis berada di daerah konflik dan dia ini dari Kayangan. Semoga semua bisa kembali membaik,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer