26.5 C
Mataram
Sabtu, 7 Februari 2026
BerandaLombok UtaraTerkendala Modal Awal, Lima Kopdes Merah Putih Percontohan di KLU Mulai Beroperasi

Terkendala Modal Awal, Lima Kopdes Merah Putih Percontohan di KLU Mulai Beroperasi

Lombok Utara (Inside Lombok) – Lima Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang ditetapkan sebagai model percontohan mulai menunjukkan progres operasional. Namun, keterbatasan modal awal menjadi kendala utama bagi kelima Kopdes tersebut dalam menjalankan kegiatan usaha.

Kepala Bidang Koperasi pada Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) KLU, Budi, menjelaskan bahwa penetapan lima Kopdes percontohan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur NTB. Lima desa yang ditunjuk yakni Desa Akar-Akar, Kayangan, Santong, Genggelang, dan Teniga.

“Ini kelimanya untuk model percontoh kopdes dan sudah ada SK-nya. Progres dari lima kopdes ini secara kelembagaan mereka sudah lengkap seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan rekening,” ujarnya, Kamis (9/10).

Setiap Kopdes telah memulai usaha sesuai potensi desa masing-masing. Kopdes Kayangan membuka sekretariat dan gerai distributor ikan, Kopdes Santong membuka gerai pakan ternak, Kopdes Akar-Akar membuka gerai sembako, dan Kopdes Genggelang menyediakan jasa usaha kantin. Sementara Kopdes Teniga masih dalam tahap pemantauan.

“Kelima kopdes ini sudah ada tempatnya, sehingga tidak kesulitan, mereka tinggal jalan. Sekarang sedang kita pantau juga, apa yang sesuai dengan dana mereka yang ada,” tambahnya.

Budi mengakui, kendala utama yang dihadapi kelima Kopdes tersebut adalah keterbatasan modal. Saat ini, seluruh kegiatan operasional masih bergantung pada simpanan pokok anggota karena belum ada bantuan pendanaan dari pihak luar. “Mereka kan saat ini masih komplain sama kita terkait dengan modal. Ini belum ada bantuan dana dari yang lain. Karena itu mereka hanya mengandalkan simpanan anggota, karena usaha mereka belum ada,” jelasnya.

Untuk mengatasi kendala itu, Diskoperindag KLU berencana menjalin koordinasi dengan pihak perbankan, khususnya bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) yang ditunjuk pemerintah, serta melibatkan mitra bisnis seperti Bulog dan perusahaan pupuk. Langkah ini dilakukan untuk membahas pola manajemen dan skema permodalan bagi Kopdes. “Saat ini kita fokus sama lima Kopdes ini dulu, karena perintah Gubernur seperti itu,” tutupnya.

- Advertisement -

Berita Populer