Lombok Utara (Inside Lombok) – Progres pengerjaan pembangunan Alun-Alun Tanjung Kabupaten Lombok Utara (KLU) saat ini masih di bawah 30 persen. Proyek yang digagas untuk memperindah wajah kota dan menata kawasan strategis sudah mulai dikerjakan beberapa waktu lalu dan masih terus berproses hingga kini. Hambatan utama terungkap pada proses hibah lahan eks Koramil yang belum rampung, padahal pengerjaan ditargetkan selesai November 2025.
“Saat ini progres kita masih di bawah 30 persen. Ada beberapa kendala, tapi pengerjaan terus dilakukan di lapangan,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Alun-Alun, Kepala Bidang Cipta Karya, PUPR KLU, Rangga Wijaya.
Dikatakan, kendala utama yang dihadapi yakni proses hibah lahan eks Koramil. Sebagaimana diketahui, sebelumnya ditargetkan Februari 2025 proses administrasi selesai. Kemudian berlanjut ke proses hibah aset antara pemerintah daerah dan pusat masih berjalan. Pihaknya saat ini tengah mendorong percepatan hibah tersebut melalui koordinasi intensif dengan Kodam IX/Udayana dan KPKNL Denpasar. “Kita kerjakan sisi barat dulu agar kontrak tetap berjalan, sembari menunggu proses hibahnya selesai,” katanya.
Lebih lanjut, beberapa minggu terakhir sudah ada informasi positif terkait percepatan hibah. Baru kemudian bisa dieksekusi pembangunan di lahan eks Koramil. Pasalnya, pengerjaannya masih sekarang ini baru dimulai di Lapangan Tioq Tata Tunaq sedangkan eks koramil belum disentuh.
“Pekerjaan yang sedang berlangsung, ada penimbunan atau peninggian lantai, pembuatan saluran air, pembangunan talud penahan tanah, termasuk juga sejumlah persiapan untuk tahap pekerjaan berikutnya,” jelasnya.
Pihaknya juga sedang melakukan evaluasi volume pekerjaan agar sesuai dengan kontrak. Jika ditemukan perbedaan antara kondisi di lapangan dan spesifikasi kontrak, penyesuaian teknis akan segera dilakukan. Dimana kontrak pekerjaan ini akan berjalan hingga November 2025. Pembangunan alun-alun dirancang dalam dua tahap.
“Tahap pertama mencakup pengerjaan area depan dan akses jalan masuk. Sedangkan tahap kedua akan fokus pada penataan fasilitas seperti lapak pedagang, area olahraga, panggung, dan sarana pendukung lainnya,” bebernya.
Untuk tahun 2025, anggaran yang telah dialokasikan sebesar Rp5,4 miliar. Namun, total kebutuhan dana untuk menyelesaikan seluruh tahapan pembangunan diperkirakan mencapai sekitar Rp12 miliar. Menariknya, perubahan anggaran di tengah jalan sangat berisiko menyebabkan keterlambatan.
“Karena itu solusi terbaik yang dipertimbangkan adalah melakukan lelang dini untuk pelaksanaan pada tahun 2026. Kami tidak ingin kesalahan sebelumnya terulang. Maka lelang dini jadi pertimbangan terbaik,” tegasnya.
Sementara itu, di balik tantangan yang ada, ada harapan besar untuk proyek ini agar tetap lanjut. Dan diharapkan alun-alun Kota Tanjung kelak menjadi ikon baru KLU dan mampu mengangkat citra Tanjung sebagai pusat kota yang setara dengan ibu kota kabupaten lainnya di NTB.
Ia pun berharap alun-alun ini kelak menjadi ikon baru KLU dan mampu mengangkat citra Tanjung sebagai pusat kota yang setara dengan ibu kota kabupaten lainnya di NTB. “Dari sisi pariwisata, KLU tidak hanya menawarkan wisata bahari. Wisatawan juga ingin menikmati suasana kota, dan ke depan alun-alun ini bisa menjadi salah satu daya tarik,” demikian. (dpi)

