25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok UtaraTingkatkan Daya Saing, Kopi KLU Bakal Didaftarkan Identifikasi Geografis

Tingkatkan Daya Saing, Kopi KLU Bakal Didaftarkan Identifikasi Geografis

Lombok Utara (Inside Lombok) – Angin segar untuk petani kopi di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Pemerintah daerah setempat tengah mengupayakan pendaftaran Identifikasi Geografis (IG) untuk kopi lokal. Langkah ini merupakan upaya serius Pemda KLU dalam meningkatkan kualitas dan daya saing komoditas lokal, khususnya kopi.

Sertifikasi IG sendiri merupakan syarat utama agar komoditas bisa diekspor menembus pasar internasional. Dengan adanya syarat tersebut, maka kopi khas Lombok Utara semakin kenal. Mengingat dari segi kualitas pun tidak kalah dengan kopi-kopi dari daerah lain.

“Untuk pendaftaran IG kami bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Jember, sebagai lembaga terkemuka di bidangnya,” ujar Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) KLU, Tresnahadi, Rabu (30/4).

Lebih lanjut, anggaran untuk pendaftaran IG ini sudah disiapkan sebesar Rp200 juta dari dana APBD murni. Di mana ini untuk untuk mendukung seluruh proses administrasi, pengujian, hingga sertifikasi yang nantinya akan diajukan ke Kementerian Hukum dan HAM. Meski belum diketahui apakah dana tersebut mencukupi, Pemda siap menambah anggaran bila diperlukan.

“IG atau Identifikasi Geografis sendiri merupakan sertifikat resmi yang menunjukkan asal-usul dan keunikan suatu produk dari daerah tertentu. Nanti kopi Lombok Utara yang akan menjadi nama resmi, itu mewakili jenis kopi robusta dan arabika,” jelasnya.

Dikatakan, IG ini tidak hanya sebagai alat legalitas, tetapi juga dapat meningkatkan nilai jual dan daya saing kopi lokal di pasar internasional. Disisi lain, Pemda KLU tidak hanya kopi yang akan didaftarkan IG, tetapi ada juga komoditas lainnya, seperti vanili. Namun, sekarang ini difokuskan kepada komoditas kopi.

“Kami ingin kembalikan semangat petani kopi di Lombok Utara ini, semakin banyak produksinya dan memenuhi standar permintaan pasar. Ditambah sudah adanya IG itu, pasarnya bukan lokal saja tapi global juga. Kedepannya ini bisa menjadi sumber PAD baru,” terangnya.

Pemda KLU terus melakukan sosialisasi secara masif kepada para petani agar produksi kopi kembali menggeliat. Bahkan, budidaya kini bisa dilakukan dengan cara lebih efisien seperti sambung pucuk, sehingga tidak harus menanam dari awal. “Semoga ini menjadi angin segar bagi petani kita, bisa semangat dan antusias kembali menanam kopi,” demikian. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer