Lombok Utara (Inside Lombok) – Puluhan petani di wilayah Sumpek Kerta, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga menerima bantuan benih padi Inpari 23 sebagai bagian dari program Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) bersama Baznas untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendukung sektor pertanian sebagai penopang ekonomi masyarakat. Kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan tradisi Selamet Bangket sebagai simbol perpaduan modernisasi pertanian dan kearifan lokal.
Pj. Sekda KLU, Sahabudin, mengatakan program penyerahan benih unggul ini digelar oleh Baznas dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas petani. Ia menambahkan bahwa Inpari 32 memiliki umur 107–120 hari dan mampu menghasilkan hingga 8,42 ton per hektare pada lahan irigasi dataran rendah hingga 600 MDPL.
“Benih padi Inpari 32 yang diserahkan kepada para petani. Varietas ini merupakan padi unggul hasil persilangan Ciherang dan IRBB64, sangat cocok untuk lahan sawah irigasi, dan dikenal tahan hama dengan potensi hasil tinggi,” ujarnya, Kamis (4/12).
Sahabudin menegaskan pentingnya inisiatif Baznas dalam mendukung ketahanan pangan daerah. “Program BAZNAS ini adalah kolaborasi nyata untuk kesejahteraan masyarakat. Dusun Kerta Raharja memiliki potensi besar di sektor pertanian dan pariwisata. Keduanya bisa berjalan berdampingan, bahkan membuka peluang usaha baru bagi warga,” tambahnya.
Ketua Baznas KLU, Slamet Riadi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan program rutin tahunan sekaligus ajang mempererat hubungan antara Baznas dan petani. Selain penyerahan benih, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi melalui tradisi Selamet Bangket.
“Ada sekitar 70 orang petani yang tergabung dalam kelompok tani di wilayah Sumpek Kerta, dengan lahan aktif mencapai 35 hektare,” ujarnya.
Program ini disebut sebagai wujud komitmen Baznas dalam meningkatkan produktivitas petani serta memperkuat ekonomi masyarakat desa. Tradisi Selamet Bangket menjadi rangkaian penting sebelum petani mulai mengolah sawah, sebagai bentuk munajat agar hasil panen melimpah dan terhindar dari musibah.
“Selamet Bangket ini dilaksanakan sekali dalam setahun sebelum turun ke lahan. Tujuannya adalah memohon doa dan perlindungan kepada Allah agar apa yang ditanam mendapat berkah,” pungkasnya.

