25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok UtaraVarietas Baru Kakao Ijo Kajuman dan Beneng Jomot dari KLU Siap Didaftarkan...

Varietas Baru Kakao Ijo Kajuman dan Beneng Jomot dari KLU Siap Didaftarkan ke Kementan

Lombok Utara (Inside Lombok) – Kabupaten Lombok Utara (KLU) menemukan dua varietas baru kakao lokal unggulan bernama Ijo Kajuman dan Beneng Jomot. Inovasi hasil kreativitas petani lokal ini dinilai mampu meningkatkan keuntungan karena menghasilkan biji kakao berukuran lebih besar dibanding varietas umum.

Kepala Dinas Kelautan, Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan (DKP3) KLU, Tresnahadi, pada Selasa (28/10) menyampaikan bahwa penemuan tersebut menjadi bukti nyata kreativitas petani di daerahnya. Varietas Ijo Kajuman pertama kali ditemukan oleh seorang petani lokal bernama Pak Jabat, hasil persilangan antara varietas kakao lama dengan yang baru. Keunggulannya terletak pada warna buah yang tetap hijau meski sudah tua serta ukuran buah yang lebih besar dari varietas biasa.

Dari pengembangan Ijo Kajuman kemudian lahir varietas baru bernama Beneng Jomot, hasil persilangan antara Ijo Kajuman dengan varietas jantan Mama Murmas. Beneng Jomot memiliki warna merah pekat yang semakin mencolok saat matang dan ukuran buah yang lebih besar dari Ijo Kajuman.

“Luar biasanya lagi, dalam 20 buah bisa jadi satu kilo kering biji kakao. Biasanya kalau yang biasa seperti varietas Sulawesi, MCC, itu satu kilo biji kakao dihasilkan dari 30–35 buah,” jelas Tresnahadi.

Menurutnya, dua varietas tersebut berdampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas pertanian di KLU. Pengembangan varietas Ijo Kajuman kini sudah masif dilakukan oleh kelompok tani, dan bibitnya telah dipasarkan hingga keluar daerah. “Artinya kalau mengembangkan dua varietas ini jauh lebih menguntungkan bagi petani, karena buah lebih besar, otomatis biji kakaonya juga lebih besar,” ujarnya.

Pemerintah KLU berencana mendaftarkan varietas Ijo Kajuman dan Beneng Jomot ke Kementerian Pertanian (Kementan) agar diakui sebagai varietas lokal resmi. Sebelumnya, KLU telah memiliki dua komoditas lokal yang memperoleh sertifikasi varietas dari Kementerian Pertanian, yaitu Porang dan Kurma.

“Insya Allah, kita akan mendaftarkan varietas baru kakao ini ke Kementan agar diakui sebagai varietas lokal. Tahun depan, akan kita anggarkan untuk proses pendaftarannya, dan ini termasuk penemuan baru,” pungkas Tresnahadi. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer