Lombok Utara (Inside Lombok) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit musiman seiring kondisi cuaca yang tidak menentu. Meski terdapat tren kenaikan pada beberapa jenis penyakit, Dinkes memastikan situasi kesehatan di KLU masih dalam kondisi terkendali, Selasa (20/1).
Kepala Dinkes KLU, Lalu Bahrudin, mengatakan saat ini terjadi peningkatan kasus influenza dengan gejala batuk, demam, dan flu. Selain itu, pihaknya juga mencatat adanya beberapa kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan diare.
“Itu yang sekarang trendnya lagi naik. Tapi tidak masuk dalam kategori beresiko KLB (Kejadian Luar Biasa), karena kalau melihat perbandingan bulan yang sama antara tahun 2025 dan 2026, jumlah kasus yang ada belum melebihi (batas) target kita,” ujarnya.
Untuk kasus DBD, Lalu Bahrudin menyebutkan hingga saat ini baru terdata dua kasus dengan derajat satu atau grade 1. Pasien hanya mengalami panas tinggi dan penurunan trombosit yang tidak signifikan.
“Untuk saat ini belum ada lonjakan (DBD,red), masih datar. Trombosit juga dilakukan pemeriksaan oleh teman-teman, memang ada sedikit penurunan tapi tidak drastis,” terangnya.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Dinkes KLU telah menginstruksikan seluruh puskesmas dan tim Promosi Kesehatan (Promkes) untuk aktif melakukan pencegahan. Upaya tersebut difokuskan pada edukasi dan advokasi kepada masyarakat serta pemerintah di tingkat desa dan kecamatan.
“Untuk terus melakukan sosialisasi terkait dengan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai benteng utama pencegahan penyakit,” ucapnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga pola makan dan minum bergizi, istirahat yang cukup, serta melakukan olahraga ringan secara rutin. “Ini yang perlu kita lakukan kalau kita lihat cuaca cuaca seperti saat ini. Edukasi dan sosialisasi terus kami lakukan melalui teman-teman Puskesmas agar masyarakat tidak cepat terserang penyakit,” pungkasnya.

