Mataram (Inside Lombok) – Sebanyak 10 negara akan berpartisipasi dalam kejuaraan internasional Skylancing X’Coss Country Championship 2025 yang digelar pada 13–19 Oktober mendatang di Lombok. Ajang ini juga menjadi ajang uji kesiapan Skylancing sebagai venue cabang olahraga paragliding untuk PON 2028.
Ketua Club Skylancing Lombok Paragliding, Roy Rahmanto, mengatakan kegiatan ini sejalan dengan visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, yakni NTB Makmur Mendunia. Menurutnya, event tersebut menarik minat atlet paralayang lintas negara. “Indonesia ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pilot paralayang cross country dari luar negeri,” ujarnya, Selasa (30/9).
Roy menjelaskan Skylancing sejak 2022 telah rutin menggelar kejuaraan paragliding kategori ketepatan mendarat. Namun, untuk kategori cross country baru pertama kali akan digelar melalui X’Coss Country Championship 2025. “Kami berinisiatif mengadakan event ini sebagai pembuktian bahwa kami siap untuk PON 2028, sekaligus memperkenalkan Lombok sebagai destinasi sport tourism dunia,” katanya.
Hingga 30 September, tercatat 68 peserta mendaftar dari Indonesia, China, Hongkong, Malaysia, Thailand, Taiwan, Korea Selatan, Swiss, Kazakhstan, dan Italia. Lokasi take-off ditetapkan di Sky Lancing Lombok Paragliding, Dusun Lancing, Desa Mekarsari, Lombok Tengah, dengan titik landing di Lapangan Giri Menang, Kantor Bupati Lombok Barat. Rute terbang akan melintasi sejumlah destinasi wisata, antara lain Bendungan Pengga, Dasan Geres, Areguling, hingga Jembatan Kembar, dengan jarak sekitar 24,65 kilometer.
Roy menambahkan, penentuan lokasi landing di Lombok Barat (Lobar) mempertimbangkan faktor keselamatan penerbangan. “Banyak pertanyaan kenapa landing di Lobar? Jadi jika kita geser ke selatan itu ada Bandara Internasional Lombok. Jika kita melintas di bandara ini melintang garis take-off dan landing pesawat,” katanya.
Ia menyebut, berdasarkan data empat tahun terakhir, Oktober merupakan bulan yang paling ideal untuk pelaksanaan event karena kondisi angin mendukung. Sementara itu, Komandan Lanud ZAM sekaligus Ketua FASI NTB, Kolonel PNB Sonny Irawan, menyatakan kegiatan ini menjadi ajang bergengsi bagi atlet nasional maupun internasional. “Kami juga terlibat menguatkan promosi NTB sebagai destinasi wisata olahraga dirgantara,” ujarnya.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Lobar, Ni Ayu Luh Budiyanti, mengatakan pemerintah daerah (Pemda) telah menyiapkan lokasi landing dengan menunda sementara pembangunan alun-alun di depan Kantor Bupati Lobar selama penyelenggaraan. “Saat ini di lapangan kantor bupati ada pembangunan alun-alun. Nanti waktu lima hari pelaksanaan event itu steril agar tidak mengganggu event tersebut,” katanya.
Selain itu, Pemda Lobar menyiapkan sejumlah ambulans, tenaga kesehatan, dan RSUD Tripat sebagai rumah sakit rujukan. Pemerintah juga menyiapkan area UMKM di sisi barat dan timur halaman kantor bupati sebagai fasilitas pendukung bagi pengunjung.

