Mataram (Inside Lombok) – Selama tiga tahun terakhir, angka kemiskinan di Kota Mataram berhasil diturunkan. Pada tahun 2024 lalu, angka kemiskinan di Kota Mataram berkurang sebanyak 2.460 orang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) angka kemiskinan di Kota Mataram mengalami penurunan pada tahun 2024. Jumlah penduduk miskin di Kota Mataram berkurang sebanyak 2.460 orang dibandingkan tahun sebelumnya.
Dirincikan, pada tahun 2024, jumlah penduduk miskin di Kota Mataram tercatat sebanyak 43.740 orang atau setara dengan 8,0 persen dari total penduduk. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 8,63 persen atau sekitar 46.200 orang. Sedangkan di tahun 2023 angka kemiskinan di Kota Mataram berhasil diturunkan 0,01 persen.
Menanggapi data tersebut, Walikota Mataram, Mohan Roliskana mengatakan penurunan angka kemiskinan ini sebagai salah satu indikator ekonomi bergerak. Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan ruang agar sektor informal lebih massif lagi. “Trennya terjadi penurunan setiap tahun. Ini kan ada aktivitas ekonomi yang bergerak setiap tahun dan kita juga memancing ruang agar sektor informal bisa bergerak,” katanya.
Sebagai ibu kota Provinsi NTB, aktivitas yang ada baik fisik maupun pemberdayaan bisa berdampak terhadap penurunan angka kemiskinan dan pengangguran. Salah satu sektor yang memberikan pengaruh yang cukup besar yaitu investasi.
“Bisa dengan membuka ruang investasi, apakah itu dengan membangun hotel, lalu di sektor kuliner, kriya segala macam. Itu kan nampak bahwa rekrutmen karyawan ketika ada hotel cukup besar pasti akan mendistribusikan tenaga-tenaga terdidik itu,” ungkapnya.
Pemkot Mataram berupaya setiap pembukaan ruang public bersamaan dengan adanya ruang untuk sektor informal seperti PKL dan pelaku usaha lainnya. Karena keberadaan PKL disebut sebagai sektor yang mampu bertahan dengan kondisi seperti saat ini. “Mereka yang cukup resisten bertahan dalam kondisi yang sulit sekalipun,” katanya.
Apalagi dengan adanya kebijakan baru bahwa pelaksanaan kegiatan sudah bisa dilakukan di hotel. Hal ini akan memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi di Kota Mataram. “Saya berharap ini bisa menjadi trigger aktivitas MICE bisa bergerak kembali di Mataram,” katanya. (azm)

