Mataram (Inside Lombok) – Persoalan sampah saat ini masih menjadi atensi di Kota Mataram. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram pun bersiap menempatkan satu unit incinerator atau alat penghancur sampah dengan pembakaran di TPS Sandubaya.
Penempatan alat penghancur sampah ini agar sisa sampah yang ada di TPS tersebut bisa dikurangi. Meskipun, selama ini sudah mulai dibuang ke TPAR Kebon Kongok, Lombok Barat, namun belum bisa dilakukan maksimal.
Adanya satu unit alat penghancur ini nantinya bisa mengurangi volume sampah yang ada di lokasi tersebut. “Minggu depan kita sudah bisa masukin incinerator. Karena kita sudah bisa buatkan jalan untuk incinerator ini,” katanya.
Sebelum penempatan incinerator, DLH Kota Mataram sudah melakukan uji laboratorium. Hal ini dilakukan untuk memastikan dengan adanya pembakaran sampah ini tidak berdampak pada kualitas udara di Kota Mataram. “Sebelumnya sudah kita uji. Nanti setelah adanya alat ini setiap bulan rencana kita mulai uji,” katanya.
Kapasitas pengolahan sampah dengan menggunakan alat tersebut yaitu sebanyak 10 ton sehari. Diterangkan Vidi, sampah yang ada di TPS Sandubaya tetap dibuang ke TPAR Kebon Kongok dan saat ini sudah mulai berkurang dan tidak lagi menggunung seperti sebelumnya. Hanya saja, jumlah ritase pembuangan masih dibatasi hanya tiga kali. Padahal Pemkot Mataram berharap bisa sampai empat kali.
“Memang masih dibatasi. Ritase kedua itu dimulai pukul 12.00 wita. Saya pikir TPA bisa dibuka dari jam 08.00 wita. Kalau kita ngejar dari TPS Sandubaya kan susah juga. Harapannya bisa empat ritase,” ungkap Vidi. Ia menyebutkan, volume sampah yang ada di TPS Sandubaya yaitu sekitar 750 ton. “’Kalau minggu ini sudah habis terangkut lumayan lah,” lanjutnya.
Untuk memaksimalkan pengelolaan sampah di TPS Sandubaya, Dinas LH Kota Mataram menambahkan dua unit lagi. Pengadaan alat ini sudah dialokasikan melalui APBD Perubahan. Kapasitas masing-masing alat ini yaitu 10 ton per hari. Dengan begitu, dalam sehari jumlah sampah yang bisa dihancurkan yaitu sebanyak 30 ton sehari. “Ya lumayan kan dua alat lagi,” katanya. (azm)

