31.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramBanjir Rendam 13 Desa di Bima, Pemprov NTB Minta Tim Tetap Siaga...

Banjir Rendam 13 Desa di Bima, Pemprov NTB Minta Tim Tetap Siaga dan Perbarui Informasi

Mataram (Inside Lombok) – Sebanyak 13 desa di Kabupaten Bima terendam banjir pada Senin (10/11), yang mendorong pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat bencana. Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal, meminta seluruh tim penanggulangan tetap siaga dan terus memperbarui informasi kondisi di lapangan.

Iqbal menyampaikan bahwa koordinasi telah dilakukan antara Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Bima. Ia menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB untuk terus memantau situasi dan memastikan penanganan cepat bagi masyarakat terdampak.

“Dua hari lalu sudah minta kepada kepala BPBD dan timnya untuk melihat kondisi perkembangan terakhir. Kita berharap bisa memberikan respon sesegera mungkin terhadap kondisi ini,” ujarnya, Rabu (12/11).

Ia menegaskan, pemerintah kabupaten diminta menangani dampak bencana sesuai kewenangannya, namun jika memerlukan bantuan tambahan dapat langsung berkoordinasi dengan Pemprov NTB. “Provinsi sudah siap. Untuk status itu dari kabupaten baru provinsi. Untuk logistik sudah disiapkan,” tegas Iqbal.

Banjir tersebut diduga disebabkan oleh penggundulan hutan besar-besaran yang membuat kawasan rawan erosi dan sedimentasi. Kondisi ini turut merusak sejumlah ruas jalan. “Sungai-sungai itu juga terbentuk secara alami oleh banjir itu,” kata Iqbal.

Untuk mencegah bencana serupa terulang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB akan berkoordinasi dengan seluruh kabupaten dan kota di Pulau Sumbawa. Menurut Iqbal, penyebab banjir tidak hanya karena faktor lingkungan, tetapi juga akibat penerbitan lahan sporadis yang tidak terkontrol.

“Ini banyak faktornya tidak hanya itu. Banyak penerbitan sporadik secara ugal-ugalan di desa-desa dan itu jadi dasar penerbitan sertifikat,” ujarnya
.
Berdasarkan data sementara, banjir di Bima menyebabkan 739 rumah terendam dan tujuh jembatan rusak. Iqbal menyebut kerugian materiil cukup besar meski belum dapat dipastikan nilainya. “Yang jelas besar sekali kerugian materilnya termasuk jumlah anggaran yang sudah kita keluarkan dampak banjir itu sudah besar sekali,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer