26.5 C
Mataram
Minggu, 8 Februari 2026
BerandaMataramBanyak Wisatawan Batalkan Perjalanan ke NTB Usai Ada Travel Warning

Banyak Wisatawan Batalkan Perjalanan ke NTB Usai Ada Travel Warning

Mataram (Inside Lombok)- Sejumlah negara mengeluarkan peringatan (warning) kepada warganya yang akan berkunjung ke Indonesia, termasuk mereka yang berlibur. Hal ini terkait dengan demonstrasi dan kerusuhan yang terjadi di sejumlah wilayah kemarin. Adanya travel warning dampaknya tentu sangat berpengaruh terhadap pariwisata di NTB.

Ketua Asosiasi Travel Indonesia (ASTINDO) NTB, Sahlan M. Saleh, mengungkapkan bahwa sejumlah wisatawan, termasuk dari dalam negeri, membatalkan rencana kunjungan mereka. Bukan hanya mancanegara, tetapi domestik juga terpengaruh dengan situasi demokrasi di Indonesia. “Ada beberapa reservasi sudah dibatalkan, karena melihat situasi seperti ini, reservasi itu dari Jakarta ke NTB. Dari Perusahaan saya harusnya hari ini datang, malah tidak jadi. Kebetulan yang datang VIP semua tamunya,” ujarnya, Selasa (2/9).

Namun, pembatalan dari wisatawan asing tidak terlalu banyak. Sahlan menyebutkan, wisatawan dari negara-negara yang mengeluarkan travel warning, seperti Malaysia, Singapura, Prancis, Jepang, Filipina, Inggris, dan Kanada, tetap datang. Mereka umumnya hanya melakukan konfirmasi ulang untuk memastikan kondisi keamanan di NTB. “Dari luar negeri mereka tetap datang, tapi semua wisatawan yang datang konfirmasi kembali dengan situasi kami di sini. Apakah ketika mereka datang, apakah akan aman, itu pertanyaannya,” terangnya.

Meski pariwisata terganggu, promosi tetap harus berjalan. ASTINDO NTB telah menjadwalkan promosi ke Korea pada 7-9 September dan ke Beijing pada 9-12 September. Promosi ini bertujuan untuk meyakinkan wisatawan bahwa kondisi di NTB aman dan pariwisata bisa tetap dinikmati. “Harapan kita kepada semua masyarakat tetap beraktivitas seperti biasanya, normal, supaya tampak kelihatan kehidupan kita berjalan normal,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa urusan penanganan demonstrasi dan kerusuhan adalah tanggung jawab pihak keamanan dan pemerintah, sementara masyarakat harus melanjutkan kegiatan sehari-hari untuk menjaga stabilitas ekonomi dan pariwisata. “Kita selaku masyarakat melakukan aktivitas seperti biasa, supaya situasi kita tidak semakin mencekam. Semoga keadaan terus membaik, kalau ini berkepanjangan maka akan mengganggu ekonomi,” pungkasnya. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer