Mataram (Inside Lombok) – Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi NTB menyiapkan likuiditas uang tunai sebesar Rp3,3 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H. Selain itu, BI bersama perbankan menyediakan layanan penukaran di 85 titik yang tersebar di seluruh wilayah NTB.
Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, menyampaikan proyeksi kebutuhan uang rupiah di NTB tahun ini meningkat 27,48 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp3,07 triliun.
“Peningkatan ini dipicu oleh beberapa faktor, mulai dari pembayaran gaji dan THR bagi ASN, TNI, Polri, serta sektor swasta, hingga pencairan bantuan sosial (bansos). Selain itu, mobilitas masyarakat dan kunjungan wisatawan selama libur panjang juga mendorong aktivitas ekonomi musiman di NTB,” ungkapnya.
Untuk menjamin aksesibilitas di tengah tantangan geografis dan cuaca, BI bersinergi dengan perbankan nasional menyediakan layanan penukaran di 85 titik jaringan kantor bank pada 27 Februari 2026 dan 12 Maret 2026. Selain itu, BI mengoperasikan layanan kas keliling hingga wilayah 3T dan membuka layanan penukaran bersama perbankan yang dipusatkan di Halaman Parkir Islamic Center pada 9–12 Maret 2026.
“Selain itu kami juga memberikan Layanan kas keliling yang menjangkau hingga area 3T yang jauh dari akses perbankan. Serta membuka layanan penukaran bersama Bl dengan perbankan yang akan dipusatkan di Halaman Parkir Islamic Center pada 9-12 Maret 2026,” tuturnya.
Masyarakat diwajibkan melakukan pendaftaran melalui laman pintar.bi.go.id yang dibagi dalam dua termin, yakni 14–27 Februari 2026 dan 2–12 Maret 2026. Plh. Sekda NTB, Lalu M. Faozal, menegaskan pentingnya kolaborasi melalui kegiatan SERAMBI (Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri) serta komitmen bersama perbankan di 10 kabupaten/kota.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bijak berbelanja. Gunakanlah layanan penukaran resmi ini demi keamanan. Hindari menukar uang di tempat-tempat ilegal yang berisiko mendapatkan uang palsu atau jumlah yang tidak akurat,” ujarnya.

