BerandaMataramBKPSDM Kota Mataram Tunggu Kepastian Rekrutmen CPNS 2026

BKPSDM Kota Mataram Tunggu Kepastian Rekrutmen CPNS 2026

Mataram (Inside Lombok) – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram telah mengusulkan 200 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun 2026. Namun hingga Senin (11/5/2026), pemerintah daerah belum menerima informasi resmi terkait jadwal maupun kepastian pelaksanaan rekrutmen dari pemerintah pusat.

Kepala BKPSDM Kota Mataram, Traufiq Priyono mengatakan usulan formasi sudah diajukan, tetapi belum ada tindak lanjut dari pemerintah pusat. “Kita sudah usulkan 200 formasi dan sampai sekarang belum ada informasi lebih lanjut,” katanya.

Menurutnya, belum adanya kepastian jadwal rekrutmen kemungkinan karena pemerintah pusat masih fokus menyelesaikan tahapan rekrutmen pegawai koperasi merah putih. Proses tersebut masih menjadi perhatian Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB). “Fokus untuk menyelesaikan koperasi merah putih ini,” katanya.

Traufiq menegaskan, pihaknya belum dapat memastikan apakah rekrutmen CPNS tahun 2026 akan tetap dilaksanakan atau tidak. Pasalnya, hingga saat ini belum ada petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis resmi dari pemerintah pusat. “Belum bisa kita pastikan. Kita tunggu juklak juknisnya dulu,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, Pemerintah Kota Mataram belum mengetahui apakah seluruh usulan 200 formasi tersebut telah disetujui. Menurutnya, jadwal pelaksanaan rekrutmen nantinya akan diumumkan secara resmi setelah formasi dari daerah mendapatkan persetujuan pemerintah pusat. “Nanti setelah ACC ini formasinya, baru akan keluar penjadwalan,” katanya.

Traufiq menjelaskan, biasanya tahapan rekrutmen CPNS mulai berjalan pada triwulan ketiga setiap tahun. Namun hingga saat ini belum ada perkembangan terkait proses tersebut. “Tapi ini belum,” katanya.

Dari total 200 formasi yang diusulkan, kebutuhan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan masih mendominasi. “Masih guru dan kesehatan dan itu paling banyak,” katanya.

- Advertisement -

Berita Populer