32.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramBuka Lapangan Pekerjaan Baru, Sekitar 10 Ribu Warga NTB Kerja di Dapur...

Buka Lapangan Pekerjaan Baru, Sekitar 10 Ribu Warga NTB Kerja di Dapur MBG

Mataram (Inside Lombok) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB melakukan survey pada bulan Juli lalu kefektifan program makan siang bergizi gratis (MBG). Salah satu pengaruh dari program ini yaitu mengurangi angka pengangguran.

Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyudin, mengatakan program MBG yang realisasikan Presiden RI Prabowo Subianto tersebut cukup efektif terhadap penurunan angka pengangguran. Pasalnya, setiap dapur MBG yang beroperasi setidaknya merekrut 47 orang tenaga kerja. “Kita ingin melihat efektifitas dari kegiatan itu dan manfaatnya,” katanya.

Ia mengatakan, survey yang dilakukan juga untuk melihat dampak program MBG terhadap penurunan angka kemiskinan. Karena melalui program tersebut ada penyerapan tenaga kerja. “Hal ini berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Karena di dalam satu dapur itu ada 47 orang yang dipekerjakan,” katanya.

Saat ini jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah berjalan ada sekitar 232 lokasi di Provinsi NTB. Dari jumlah tersebut, sekitar 10.904 sudah ada tenaga kerja yang direkrut dengan adanya program MBG ini. “Puluhan tenaga kerja ini ada yang memasak, cuci piring, distribusi, dan macam-macam,” katanya.

Selain itu, dalam sehari perputaran ekonomi melalui program MBG ini cukup tinggi. Dimana, untuk per siswa nilai makanan yang diberikan yaitu sebesar Rp15 ribu. Dalam satu SPPG bisa melayani 3000 – 3500 siswa dalam sehari. “Dana yang Rp15 ribu itu terdiri dari Rp3.000 untuk pekerja dan Rp2 ribu operasional dapurnya. Nilai keseluruhanya itu Rp15 ribu per siswa,” katanya.

Sasaran MBG ini tidak hanya anak-anak atau peserta didik. Melainkan ibu hamil dan menyusui, balita, dan peserta didik mulai tingkat TK/PAUD hingga SMA/SMK sederajat. Dari hasil survey sementara yang sudah dilakukan pada bulan Juni lalu, masyarakat menyambut baik program tersebut. “Survey yang kita lakukan itu untuk orang yang sudah mendapatkan program. Ada lima yang kita survey, SPPG, suplayer bahan makanan, dua sekolah, dan siswa serta orang tua,” katanya.

- Advertisement -

Berita Populer