Mataram (Inside Lombok) – Majelis Pustaka dan Informasi PW Muhammadiyah NTB akan segera meluncurkan buku tentang Sejarah Muhammadiyah di NTB. Penerbitan buku Sejarah ini merupakan pertama dan akan menceritakan awal mula masuknya Muhammadiyah di NTB.
Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTB, Yusron Saudi, mengatakan buku Sejarah Muhammadiyah di NTB akan diterbitkan pada 10 November. Nantinya dalam buku sejarah tersebut, akan menceritakan bagaimana Muhammadiyah masuk ke NTB dan perkembangannya hingga saat ini. Sejarah lengkap akan dibahas tuntas mulai dari sebelum kemerdekaan, reformasi hingga saat ini. Untuk masuk ke tahapan percetakan, buku Sejarah Muhammadiyah NTB melalui proses sekitar setahun yang lalu. “Ada juga nanti dibahas tentang periodisasi kepemimpinan Muhammadiyah di NTB siapa ketuanya dari tahun ke tahun,” katanya.
Ia menjelaskan, dalam buku tersebut juga akan dipaparkan dengan rinci tokoh-tokoh di NTB yang membawa dan membantu dalam mengembangkan Muhammadiyah di NTB. Salah satu tokoh yang membawa nama Muhammadiyah ke NTB yaitu Asmo, “Itu utusan dari Jawa. Ada juga TGH. Haris di Lombok Timur, beliau (TGH Haris Red) belum membawa dengan nama Muhammadiyah,” katanya.
Diterangkan Yusron, pada saat Muhammadiyah masuk tahun 1930 silam tidak langsung diterima dengan baik oleh masyarakat NTB. Bahkan, ketika ada yang mengikuti ajaran dari ormas ini disebut sudah murtad. “Keras dulu penolakannya. Karena dikira sudah sangat jauh menyimpang,” ungkapnya.
Dari hasil temuan di lapangan, Muhammadiyah pertama kali diterima dari kalangan birokrat. Artinya, kalangan birokrat lebih mudah menerima Muhammadiyah ini. “Ini fakta yang kami temukan dan kami masih tetap menelusuri sejarahnya. Ketika terbit nanti masyarakat tahu tentang Muhammadiyah,” katanya. Setelah dicetak, buku Sejarah Muhammadiyah ini nantinya akan melalui proses diskusi hingga akhirnya bisa disebar ke masyarakat. “Nanti ada masukan. Kita bedah dan seminarkan dan ada fakta-fakta baru yang kita temukan di lapangan,” katanya.

