Mataram (Inside Lombok) – Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan ketersediaan stok beras dan minyak goreng di daerah tersebut dalam kondisi aman dan diperkirakan mencukupi hingga akhir 2026. Kepastian ini disampaikan menyusul tingginya cadangan pangan yang tersimpan di gudang Bulog serta masih berlangsungnya musim panen di sejumlah wilayah.
Pimpinan Wilayah Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, mengatakan hingga 9 Maret 2026 stok pangan yang tersimpan di gudang Bulog mencapai 157.627 ton beras dan 630.530 liter minyak goreng. “Kami memastikan stok beras Bulog di NTB tidak hanya cukup, tetapi melimpah. Mengingat saat ini sedang berlangsung musim panen dan kami terus melakukan penyerapan secara aktif, jumlah ini dipastikan akan terus bertambah,” ungkapnya, Senin (9/3).
Ia menjelaskan ketersediaan minyak goreng subsidi Minyak Kita juga dalam kondisi stabil. Hal tersebut didukung oleh kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dari Kementerian Perdagangan yang menjamin pasokan minyak goreng untuk kebutuhan dalam negeri.
“Berkat alokasi DMO sekitar 46 juta liter per bulan untuk Bulog secara nasional, pasokan di daerah ikut terjaga. Kombinasi stok beras yang kuat dan dukungan pasokan minyak goreng ini menjadi jaminan bahwa kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tuturnya.
Melihat kondisi cadangan pangan yang mencukupi, Bulog NTB mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Menurutnya, perilaku panic buying dapat memicu kenaikan harga di pasar.
“Masyarakat tidak perlu khawatir apalagi sampai memborong berlebihan. Stok tersedia di setiap wilayah,” imbuhnya.
Sebagai langkah antisipasi, Bulog NTB juga akan terus memantau pergerakan harga di tingkat konsumen serta memastikan distribusi pangan dari gudang menuju pasar tradisional dan ritel modern berjalan lancar.
“Kami bersama pemerintah terus melakukan langkah-langkah strategis, mulai dari penguatan distribusi hingga program stabilisasi harga, demi menjaga ketenangan pasar,” pungkasnya.

