25.5 C
Mataram
Jumat, 27 Februari 2026
BerandaMataramCegah Gangguan Kamtibmas Selama Puasa, Pemkot Mataram Perketat Pengawasan

Cegah Gangguan Kamtibmas Selama Puasa, Pemkot Mataram Perketat Pengawasan

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram memperketat pengawasan wilayah selama bulan suci Ramadhan untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Langkah ini dilakukan melalui koordinasi lintas sektor sebagai tindak lanjut Surat Edaran Wali Kota Mataram, menyusul sejumlah insiden di beberapa titik yang sempat mengganggu kenyamanan warga saat beribadah, Jumat (27/2/2026).

Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, mengatakan pengawasan difokuskan pada aktivitas masyarakat yang berpotensi menimbulkan gangguan. Ia mengimbau seluruh komponen masyarakat, khususnya orang tua, untuk mengawasi aktivitas anak dan pemuda selama Ramadan.

“Himbauan kami, mari bersama-sama seluruh komponen masyarakat, terutama orang tua, untuk mengontrol aktivitas anak-anak dan pemuda kita. Pastikan mereka berada dalam koridor syiar Ramadan, bukan melakukan aktivitas menyimpang,” katanya.

Ia menyoroti sejumlah aktivitas yang kerap terjadi saat Ramadan, seperti permainan pancoh, perang sarung, balap lari ilegal, hingga penyalahgunaan petasan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah menginstruksikan jajaran kelurahan mengoptimalkan Satgas Terpadu.

“Tim di kelurahan kami minta melakukan pemantauan, identifikasi, hingga penertiban bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Untuk skala yang lebih luas, koordinasi dengan Polresta Mataram melalui kegiatan KRYD (Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan) juga terus digalangkan,” tambahnya.

Beberapa lokasi yang menjadi perhatian antara lain kawasan Jalan Udayana dan Jalan Adi Sucipto yang kerap menjadi pusat keramaian. Satpol PP dan kepolisian melakukan patroli intensif pada waktu rawan, terutama setelah salat Tarawih hingga menjelang subuh.

Menurutnya, pengawasan dilakukan secara bersama dengan melibatkan tokoh masyarakat untuk memberikan imbauan kepada warga. “Kata kuncinya adalah pemantauan dan pengawasan bersama. Tokoh masyarakat juga diharapkan aktif memberikan himbauan agar anak-anak kita tidak terjebak dalam aktivitas yang tidak diinginkan karena adanya kelonggaran waktu,” jelasnya.

Pemerintah Kota juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan apabila terdapat keterlibatan pelajar dalam pelanggaran. “Jangan salahkan aparat jika harus mengambil tindakan tegas apabila potensi gangguan kenyamanan warga dalam beribadah terus berlangsung dan pihak-pihak terkait tidak bertanggung jawab atas kondisi tersebut,” pungkasnya. Hingga saat ini, pengawasan terus dilakukan untuk menjaga kondusifitas wilayah selama Ramadhan.

- Advertisement -

Berita Populer