25.5 C
Mataram
Rabu, 28 Januari 2026
BerandaMataramData Kependudukan Hilang, Pemkot Mataram Buka Pelayanan Dokumen untuk Korban Banjir

Data Kependudukan Hilang, Pemkot Mataram Buka Pelayanan Dokumen untuk Korban Banjir

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) akan memberikan layanan pembuatan dokumen kependudukan dengan mendatangi langsung warga terdampak banjir. Langkah ini dilakukan menyusul bencana banjir beberapa hari terakhir yang menyebabkan dokumen kependudukan warga rusak hingga hilang.

Kepala Dinas Dukcapil Kota Mataram, Mansur, mengatakan layanan ini bertujuan mempermudah warga yang kehilangan KTP maupun dokumen kependudukan lainnya. Pelayanan keliling tersebut mulai dilakukan pekan ini dengan menyasar lokasi-lokasi terdampak banjir.

“Administrasi kependudukan kita yang kemarin itu sama dengan yang sebelumnya kita pernah lakukan. Kita sudah diskusikan dengan tim di kantor untuk pola penanganannya,” katanya, Selasa (27/1/2026) siang.

Mansur menyebut pihaknya telah mulai menjadwalkan pelayanan di sejumlah wilayah, seperti kawasan terdampak abrasi dan banjir di Ampenan, Dasan Agung, Sekarbela, serta beberapa lokasi lainnya. “Berdasarkan laporan ada dokumen yang kehilangan misalnya di Dasan Agung, di Ampenan juga. Di titik yang terdampak,” ujarnya.

Menurutnya, pelayanan keliling bukan hal baru dan selama ini juga dilakukan di pemukiman warga maupun sekolah-sekolah. Melalui layanan tersebut, warga dapat menerbitkan kembali dokumen kependudukan yang rusak atau hilang. “Kita nanti koordinasi dengan kelurahan dan kaling. Kami diskusi dan kita masih menyusun jadwal” katanya.

Ia menegaskan, layanan keliling Dukcapil tidak hanya diperuntukkan bagi korban banjir, tetapi terbuka untuk seluruh warga Kota Mataram yang belum memiliki KTP atau dokumen kependudukan lainnya. “Selalu itu malah kita sangat senang kalau ada warga yang datang ke pelayanan keliling,” ungkapnya.

Terkait jumlah warga yang kehilangan dokumen akibat bencana hidrometeorologi awal 2026, Mansur menyatakan pihaknya belum dapat memastikan angka pasti. “Kita belum bisa menyebutkan dengan pasti jumlahnya. Tapi pelayanan akan kita tetap berikan,” katanya.

- Advertisement -

Berita Populer