26.1 C
Mataram
Rabu, 21 Januari 2026
BerandaMataramDiduga Mengandung Toksin Cereulide, Dinkes Kota Mataram Sidak Susu Formula

Diduga Mengandung Toksin Cereulide, Dinkes Kota Mataram Sidak Susu Formula

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram bersama instansi terkait melakukan penelusuran dan pengawasan terhadap produk susu formula yang diduga mengandung toksin cereulide, Selasa (20/1/2029). Pengawasan dilakukan sebagai respons atas beredarnya informasi dugaan keberadaan toksin cereulide yang dihasilkan bakteri Bacillus cereus pada produk susu formula tertentu.

Kepala Dinkes Kota Mataram, dr. Emirald Isfihan, mengatakan tim telah turun ke sejumlah retail modern. “Tim sudah turun. Alhamdulillah tidak ada ditemukan di toko-toko dan supermarket,” kata Emirald, Selasa (20/1/2029) pagi. Pengawasan dilakukan dengan melibatkan lintas sektor, mulai dari BBPOM hingga Dinas Kesehatan Provinsi NTB.

Ia menjelaskan, pengawasan menyasar sejumlah lokasi penjualan, di antaranya Toko Heron Heron Baby Shop, Lotte Supermarket, Toko Citra Pagutan, dan Ruby Supermarket. Dari hasil pengawasan, petugas tidak menemukan susu formula merek S-26 Promil Gold dengan nomor batch yang diduga bermasalah. Jika ditemukan, produk tersebut akan langsung ditarik dari peredaran.

Dinkes juga meminta penanggung jawab di masing-masing retail untuk segera mengembalikan produk ke distributor apabila menemukan nomor batch yang dimaksud.

“Kami juga mengingatkan kepada penanggung jawab di masing-masing penjual jika menemukan merk dengan kode batch tersebut maka untuk segera dikembalikan ke distributor penyuplai,” katanya. Pengawasan, lanjut Emirald, akan dilakukan secara berkelanjutan. “Kita akan terus pantau,” tegasnya.

Emirald menjelaskan, Bacillus cereus merupakan bakteri yang secara alami terdapat di lingkungan seperti tanah, udara, dan bahan pangan. Sebagian besar tidak berbahaya, namun pada kondisi tertentu sebagian kecil strain dapat menghasilkan toksin, salah satunya cereulide, yang dapat terbentuk akibat proses produksi, penyimpanan, atau distribusi yang tidak sesuai. Toksin cereulide bersifat tahan panas dan dapat menyebabkan mual, muntah, serta nyeri perut.

“Paparan toksin cereulide dapat menyebabkan mual, muntah, dan nyeri perut yang termasuk dalam kategori keracunan makanan,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat untuk mengutamakan pemberian ASI eksklusif sesuai anjuran kesehatan. “Kami mengimbau masyarakat untuk mengutamakan pemberian ASI eksklusif sesuai anjuran kesehatan, karena ASI merupakan nutrisi terbaik dan paling aman bagi bayi. Susu formula digunakan hanya bila diperlukan dan sesuai indikasi,” katanya.

Ditegaskan Emirald, masyarakat dan penjual diminta memperhatikan informasi penarikan produk susu formula S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor batch 51530017C2 dan 51540017A1, serta segera menghentikan penggunaan dan melaporkan kepada BPOM atau Dinas Kesehatan setempat apabila menemukan produk dengan batch tersebut.

- Advertisement -

Berita Populer