Mataram (Inside Lombok) – Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sepanjang November dengan menyasar delapan kelurahan. Kegiatan ini bertujuan memberikan akses bahan pokok dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram, Sudirman, mengatakan GPM telah mulai dilaksanakan beberapa hari lalu, salah satunya di Kelurahan Dasan Agung. Kegiatan akan terus berlanjut di sejumlah kelurahan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. “Itu nanti masing-masing kelurahan sesuai dengan jadwal yang sudah kita buat,” ujarnya.
Sebanyak 17 distributor dilibatkan dalam kegiatan ini dengan menyediakan berbagai kebutuhan pokok, seperti beras kualitas medium, minyak goreng, gula, telur, dan beberapa komoditas lainnya. “Ada sembilan bahan makanan pokok itu. Ada telur juga kita siapkan selama GPM,” kata Sudirman.
Harga kebutuhan pokok dalam GPM dipastikan lebih murah dibandingkan harga pasar, dengan selisih sekitar Rp5.000 per barang. “Pasti ada selisihnya. Kita berikan harga yang lebih murah,” ujarnya.
Sudirman menjelaskan bahwa kegiatan GPM difokuskan pada distribusi kebutuhan pokok, berbeda dengan pasar murah yang juga menjual kebutuhan sekunder hingga tersier seperti pakaian. “Kita khusus beras, minyak. Kalau pasar murah itu semua barang bisa dijual sampai kebutuhan dapur,” jelasnya.
Pelaksanaan GPM dan pasar murah dilakukan di lokasi yang berbeda agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat kegiatan tersebut. “Kalau misalnya kita di Kelurahan Pejeruk, Dinas Perdagangan yang melaksanakan operasi pasar murah itu di lokasi yang lain tidak boleh di lokasi yang sama,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, Dinas Ketahanan Pangan tidak membatasi jumlah pembelian, dan seluruh stok bahan pokok yang disiapkan selalu habis terjual. “Bulog juga yang menyiapkan kebutuhan. Itu habis aja terjual,” tutup Sudirman.

