24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramDinas Pariwisata Kota Mataram Akan Usulkan Peresean Agar Bisa Masuk KEN

Dinas Pariwisata Kota Mataram Akan Usulkan Peresean Agar Bisa Masuk KEN

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Pariwisata Kota Mataram berencana mengusulkan event Peresean agar masuk dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata. Rencana ini muncul karena hingga kini Kota Mataram belum pernah mengusulkan event untuk masuk dalam program nasional tersebut.

Pada tahun 2026, Pemerintah Provinsi NTB mengusulkan delapan event ke KEN yang tersebar di sejumlah daerah. Delapan event tersebut antara lain Alunan Budaya Festival di Lombok Timur, Festival Sangian Api di Kabupaten Bima, Perang Topat di Lombok Barat, Gili Festival di Lombok Utara, Festival Rimpu Mantika di Kota Bima, Festival Lakey di Kabupaten Dompu, Festival Sukarara Begawe Jelo Nyensek di Lombok Tengah, dan Maulid Adat Bayan di Lombok Utara.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra, mengatakan dari delapan event yang diusulkan tersebut belum ada yang menyasar Peresean. Melihat peluang itu, pihaknya akan mencoba mengusulkan Peresean agar masuk KEN. “Bisa saja nanti peresean di Loang Baloq untuk masuk KEN,” katanya, Minggu (21/12) sore.

Peresean saat ini rutin digelar pada minggu ketiga setiap bulan di Taman Loang Baloq. Kegiatan tersebut digelar untuk mengangkat dan melestarikan budaya. “Kita usulkan nanti ini di KEN. Apalagi tempat ini juga mendukung,” ungkap Cahya.

Menurutnya, salah satu syarat event budaya masuk KEN adalah dilaksanakan secara rutin selama dua hingga tiga tahun serta memberikan dampak besar bagi masyarakat. “Ada syarat-syarat yang memang harus dipenuhi untuk suatu event bisa masuk ke KEN,” ujarnya.

Peresean sendiri mulai digagas Dinas Pariwisata Kota Mataram pada tahun 2025. Event ini direncanakan akan diusulkan masuk KEN pada tahun 2027. “Kita coba tahun 2026 kita usulkan peresean di Loang Baloq masuk ke KEN 2027,” katanya.

Cahya menambahkan, Peresean dinilai mampu mengangkat budaya Sasak serta berdampak pada peningkatan kunjungan dan perputaran ekonomi masyarakat. “Ini tidak hanya masyarakat Kota Mataram yang menonton tetapi juga dari luar. Bahkan ada wisatawan mancanegara yang datang menyaksikan,” ujarnya.

- Advertisement -

Berita Populer