24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramDisdag Kota Mataram Gencar Sosialisasikan “Gempur Rokok Ilegal”

Disdag Kota Mataram Gencar Sosialisasikan “Gempur Rokok Ilegal”

Mataram (Inside Lombok) – Sebagai salah satu upaya gempur rokok ilegal, sosialisasi di tingkat pedagang digencarkan. Bahkan sosialisasi menyasar rokok ilegal hingga retail modern.

Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting pada Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida mengatakan sosialisasi tetap dilakukan kepada para pelaku usaha. “Kita di Dinas Perdagangan tugasnya itu sosialisasi,” katanya Jumat (13/6) pagi.

Ia mengatakan, sosialisasi yang akan disasar tidak saja pedagang kecil melainkan juga retail modern skala besar. Untuk memaksimalkan sosialisasi tersebut, Dinas Perdagangan Kota Mataram akan berkoordinasi dengan camat dan lurah. “Kita komunikasi dengan lurah dan camat siapa kira-kira pertokoan yang dalam-dalam ini kita catat,” ungkapnya.

Dalam sosialisasi ini juga akan dikoordinasikan dengan satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Kota Mataram. Pasalnya, Satpol PP juga gencar melakukan penertiban rokok ilegal. Nantinya hasil penertiban tersebut akan dipaparkan pada saat sosialisasi. “Kita libatkan peserta itu hingga 40-45 pelaku usaha,” katanya.

Ia mengatakan, dampak sosialisasi yang dilakukan dinilai cukup efektif. Pasalnya, akan ada kekhawatiran dari para pelaku usaha yang tidak tahu tentang rokok ilegal. “Dari ketidaktahuan mereka jadi tahu dan ada kekhawatiran mereka untuk menjual,” katanya.

Ketika menjual rokok illegal pada akhirnya mereka kena razia. Setelah dirazia, rokok ilegal yang dijual akan disita dan pelaku usaha merasa dirugikan. “Mereka tidak tahu dan menjual dengan harga murah. Ketika mereka menjual dan razia ada terus disita kan itu merugikan pedagang,” katanya.

Nida sapaan akrabnya memastikan retail modern yang ada tidak yang menjual rokok ilegal. Meski demikian, retail modern tetap menjadi sasaran sosialisasi untuk memaksimalkan gempur rokok ilegal. “Jadi setelah mereka tahu ketika mereka terima merek baru tanya dulu ke kita konsultasi. Jadi mereka itu menjaga diri dan tahu juga dan kita libatkan juga,” tutupnya. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer