Mataram (Inside Lombok) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram menyiapkan skema penanganan sampah untuk dua agenda keagamaan, yakni Parade Ogoh-Ogoh pada 18 Maret 2026 dan pawai takbiran menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Sebanyak 325 petugas kebersihan disiagakan untuk menjaga kebersihan kota selama dan setelah kegiatan berlangsung.
Kepala DLH Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi mengatakan pola penanganan sampah tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, meskipun kedua agenda digelar berdekatan. “Kita tetap siagakan petugas kebersihan kita seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun lalu kan juga berlaku seperti ini, di mana waktu pelaksanaannya berdekatan. Saya pikir cara pengaturannya nanti akan sama saja,” katanya, Selasa (17/03/2026).
Pada pelaksanaan Parade Ogoh-Ogoh, petugas akan mulai membersihkan sampah setelah iring-iringan selesai dengan menyisir jalur kegiatan. Ia menyebut para petugas lapangan atau Pasukan Kuning harus bekerja lembur untuk memastikan kondisi kota kembali bersih setelah keramaian.
“Petugas diakhir iring-iringan parade akan menyisir sampah,” katanya. “Ya harus lembur dan ini lumayan panjang waktunya. Ada Pawai Ogoh-Ogoh dan Pawai Takbiran dan lebaran kita harus tetap membersihkan,” ungkapnya.
DLH memastikan tidak ada penambahan personel dalam kegiatan ini, namun seluruh petugas yang ada akan dimaksimalkan dan disebar ke berbagai titik keramaian di seluruh wilayah kota. “Kalau penambahan personel itu tidak ada, cuma yang kita lakukan adalah memaksimalkan personel yang sudah ada,” tegasnya.
Selain itu, DLH juga akan membagikan kantong plastik sampah kepada panitia pelaksana untuk membantu pengelolaan sampah selama kegiatan berlangsung. Volume sampah yang dihasilkan dari Parade Ogoh-Ogoh diperkirakan mencapai 6 hingga 7 ton, sementara pawai takbiran diprediksi lebih tinggi.
“Kalau pada saat Ogoh-Ogoh itu bisa sampai sekitar 6 sampai 7 ton. Kalau takbiran itu biasanya lebih banyak, tipis-tipis lah di angka 8 hingga 9 ton,” rincinya.

