Mataram (Inside Lombok) – H. Didi Sumardi terpilih sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Mataram masa bakti 2026–2031 dengan mengusung visi “memakmurkan dan dimakmurkan masjid”. Visi tersebut akan dijalankan melalui 11 program strategis yang ditargetkan tuntas hingga 2029 untuk memperkuat peran masjid dalam aspek keagamaan, sosial, dan ekonomi.
Ketua DMI Kota Mataram terpilih, H. Didi Sumardi, mengatakan 11 program tersebut dirancang untuk menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat kemandirian jamaah. “Harapannya dapat menyongsong 11 program DMI hingga tahun 2029 mendatang,” katanya, Sabtu (14/2/2026).
Pada awal kepengurusan, DMI Kota Mataram akan melakukan penataan organisasi melalui digitalisasi, termasuk pemutakhiran basis data dan manajemen masjid agar lebih transparan dan efisien. Selain itu, aspek kenyamanan ibadah menjadi prioritas dengan penataan akustik agar khutbah dan pengajian dapat tersampaikan dengan jernih kepada jamaah.
Dalam konsep “dimakmurkan masjid”, DMI Kota Mataram merencanakan pengembangan ekonomi dan sosial dengan menjadikan masjid sebagai motor penggerak ekonomi warga sekitar. “Program ini didukung dengan program sertifikasi tanah wakaf guna memberikan kepastian hukum dan keamanan aset umat,” ungkap Didi.
Menghadapi isu perubahan iklim, DMI Kota Mataram juga mendorong terciptanya lingkungan masjid hijau serta standar masjid bersih dan sehat. Konsep masjid ramah jamaah akan diterapkan untuk memastikan aksesibilitas bagi lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas.
Program lain yang dicanangkan periode 2026–2031 meliputi penguatan pendidikan dan dakwah agar masjid menjadi pusat literasi agama. “Kita juga perhatikan arsitektur masjid. Sehingga nantinya juga memiliki potensi menjadi wisata religi di Kota Mataram,” tegasnya. Ia berharap sinergi pengurus dan jamaah dapat menjadikan masjid di Kota Mataram sebagai percontohan pengelolaan modern tanpa meninggalkan nilai spiritualitas.

