Mataram (Inside Lombok) – Ribuan peserta memenuhi Rinjani Agung Ballroom Lombok Vaganza dalam pembukaan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya 2025 bidang sastra Kamis (11/9) lalu. Pada gelaran yang bermitra dengan Sanggar Anak Gunung, Kementerian Kebudayaan RI menegaskan komitmennya mendorong lahirnya generasi baru penulis dan budayawan dari Lombok, Nusa Tenggara Barat.
MTN Seni Budaya merupakan program prioritas nasional yang dikelola oleh Kementerian Kebudayaan. Bertujuan untuk menjaring, mengembangkan, dan menghubungkan talenta seni budaya Indonesia dengan peluang penguatan kapasitas dan akses pasar.
Di bidang sastra, MTN mendorong penciptaan ruang belajar yang relevan, inklusif, dan berbasis nilai-nilai budaya lokal yang dapat memperkuat kapasitas talenta serta pemantik kolaborasi lintas generasi bagi para pelaku dan peminat sastra.
Acara yang berlangsung tiga hari ini menghadirkan dua program utama: MTN Ikon Inspirasi dan MTN Asah Bakat. Sejumlah penulis kenamaan Indonesia Kiki Sulistyo, Feby Indirani, AS Rosyid, Pranita Dewi, hingga Felix K. Nesi turut hadir berbagi inspirasi sekaligus menjadi mentor kepenulisan bagi para peserta.
Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, membuka MTN Ikon Inspirasi di hadapan ribuan peserta. Ia menekankan, program ini merupakan langkah strategis untuk mengelola potensi besar anak bangsa di bidang seni dan budaya.
“Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, namun perlu sistem manajemen talenta yang modern agar para pelaku seni budaya dapat berkembang, mendapatkan kesempatan yang setara, dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan nasional,” ujarnya.
Melalui program ini, Ahmad Mahendra menyatakan bahwa pemerintah menyiapkan wadah pembinaan, akses pendanaan, kesempatan tampil di tingkat nasional maupun internasional, serta jejaring kolaborasi lintas sektor. Harapannya, ekosistem seni budaya yang produktif, inklusif, dan berkesinambungan dapat terwujud.
“Dari Lombok, semangat kebangkitan talenta seni budaya Indonesia akan kita sebarkan ke seluruh nusantara. Dengan ini, Program MTN Seni Budaya 2025 siap menjadi motor penggerak lahirnya generasi seniman dan budayawan unggul yang membawa nama Indonesia ke kancah dunia,” tambahnya.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Sosial dan Kemasyarakatan, Ahsanul Khalik, menyampaikan apresiasi atas ditunjuknya Lombok sebagai tuan rumah pembukaan program ini.
“Lombok dan NTB memiliki tradisi, kearifan lokal, serta kekayaan budaya yang unik. Kehadiran program ini menjadi momentum penting untuk menegaskan diri sebagai salah satu pusat pertumbuhan talenta seni dan budaya di Indonesia,” ujarnya.
Ia menegaskan, dukungan Pemda akan diarahkan sepenuhnya untuk memastikan keberhasilan program. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, komunitas seni, dan dunia pendidikan disebut sebagai kunci terciptanya ekosistem seni budaya yang berdaya saing.
Ketua Panitia MTN Seni Budaya Lombok 2025, Gilang Sakti Ramadhan, menekankan pentingnya sinergi lintas pihak. “Kami berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai ruang yang tidak hanya menampilkan talenta terbaik anak bangsa, tetapi juga memperkuat jejaring, mempertemukan ide-ide segar, dan membuka akses lebih luas bagi pengembangan seni budaya Indonesia,” tutup Gilang. (gil)

