Mataram (Inside Lombok) – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menggencarkan program penebaran benih ikan di berbagai perairan untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat. Langkah ini menjadi strategi utama pemerintah daerah dalam mengatasi rendahnya tingkat konsumsi ikan di NTB yang masih di bawah rata-rata nasional.
Kepala DKP NTB, Muslim, mengatakan kegiatan penebaran benih dilakukan di seluruh sungai, danau, dan embung. Menurutnya, rendahnya konsumsi ikan di daerah ini disebabkan oleh sulitnya akses masyarakat terhadap sumber ikan segar. “Jadi ketersediaan di muara-muara, kolam tradisional, dam, dan embung kita supaya konsumsi ikan kita semakin tinggi,” ujarnya, Rabu (15/10).
Muslim menjelaskan, rendahnya konsumsi ikan berdampak langsung pada pola pemenuhan gizi masyarakat. Ketersediaan ikan yang mudah diakses diharapkan dapat menekan angka kekurangan gizi dan mencegah stunting pada anak-anak.
“Dampaknya kalau konsumsi makan ikan ini rendah, dari sisi pola keseragaman pemenuhan gizi masyarakat kurang. Itu yang kita dorong, selain itu mendorong supaya anak-anak ini tidak stunting juga,” tegasnya.
Hingga September 2025, DKP NTB telah menebar lebih dari 10 juta ekor benih ikan di berbagai perairan umum, termasuk sungai, danau, dan embung di seluruh wilayah NTB. Program restocking ini bertujuan ganda, yakni menjaga kelestarian sumber daya perairan dan meningkatkan gizi masyarakat.
“Yang sudah kami distribusikan sampai September sekitar 10 jutaan lebih. Penyebaran ini kami fokuskan di perairan umum yang ada di NTB, kolam masyarakat, dan terutama embung,” ungkapnya.
Selain untuk pemenuhan kebutuhan protein masyarakat, kegiatan ini juga bertujuan melestarikan populasi ikan di perairan umum yang terancam akibat praktik penangkapan ilegal. “Hajatannya untuk kebutuhan protein masyarakat, (dan) melestarikan ikan, karena sudah banyak orang menangkap ikan menggunakan setrum. Itu yang mau kita kembalikan,” tambahnya.
Program ini dilaksanakan dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk pemerintah desa yang memiliki embung serta mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Jenis ikan yang ditebar merupakan ikan adaptif dan bernilai gizi tinggi seperti nila, karper (ikan mas), dan lele, dengan dukungan benih dari Balai Benih Ikan Sentra (BBIS). (dpi)

