31.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramEkonomi NTB Diproyeksi Menguat pada 2026

Ekonomi NTB Diproyeksi Menguat pada 2026

Mataram (Inside Lombok) – Bank Indonesia Provinsi NTB memproyeksikan pertumbuhan ekonomi NTB pada 2025 tetap positif meski sedikit melambat, dan akan terakselerasi pada kisaran 6,3–7,1 persen pada 2026. Proyeksi ini didukung konsumsi rumah tangga yang tetap tumbuh serta peningkatan ekspor barang dan jasa seiring relaksasi ekspor konsentrat dan membaiknya operasional smelter.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Ignaitus Adhi Nugroho, menyampaikan bahwa perekonomian NTB tumbuh 2,82 persen pada triwulan III 2025 setelah mengalami kontraksi pada tiga triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang akselerasi konsumsi dan investasi.

“Kalau secara sektoral, akselerasi industri pengolahan seiring dimulainya komersialisasi emas granula, serta berlanjutnya kinerja positif sektor perdagangan dan pertanian berhasil mendorong akselerasi ekonomi nontambang mencapai 7,86%,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa ketangguhan ekonomi NTB pada 2025 juga tercermin dari stabilitas sistem keuangan. Pertumbuhan kredit mencapai 26,56 persen dengan kualitas kredit terjaga dan NPL di bawah 2 persen. Hingga Oktober 2025, inflasi tahunan tercatat 2,96 persen.

“Capaian inflasi yang tetap terjaga tersebut merupakan hasil sinergi dan kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga stabilitas harga di NTB,” ungkapnya.

Pada 2026, inflasi NTB diperkirakan tetap terkendali pada kisaran 2,5±1 persen, didukung pengendalian komoditas pangan bergejolak. Bank Indonesia akan memperkuat arah kebijakan daerah melalui lima fokus utama, yakni menjaga stabilitas ekonomi, mendorong transformasi sektor riil, mempercepat dan mengoptimalkan belanja daerah, menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru, serta mengadopsi teknologi digital di seluruh aspek ekonomi dan keuangan.

Melalui forum PTBI, Bank Indonesia mengajak pemerintah daerah dan mitra kerja memperkuat sinergi, kolaborasi, dan inovasi untuk menghadapi dinamika global pada 2026. “Serta meningkatkan kemandirian ekonomi daerah dengan terus mendorong sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru demi terwujudnya Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer