Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram akan menjadikan kawasan eks Bandara Selaparang, Rembiga sebagai salah satu pusat perekonomian. Karenanya, proses renovasi sejumlah fasilitas pendukung di area tersebut mulai dilakukan.
Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning mengatakan bagian yang direnovasi pertama yaitu trotoar. Saat ini, trotoar di kawasan tersebut sudah mulai dibongkar dan diganti dengan pemasangan paving block. “Sudah bisa kita mulai pengerjaan perbaikan di depan eks Bandara Selaparang,” katanya.
Pemkot Mataram dan PT. Angkasa Pura sudah melakukan perjanjian kerja sama untuk pengelolaan kawasan eks Bandara Selaparang. Lewat kerja sama tersebut, eks Bandara Selaparang akan ditata dan dihidupkan kembali. “Kita sisir dulu sekarang, bagian PUPR memang di trotoar yang di depannya saja dulu,” terangnya.
Meski perjanjian kerja sama (PKS) pengelolaan eks Bandara Selaparang belum ditandatangani, Dinas PUPR sudah memulai untuk menata bagian depan eks Bandara Selaparang yaitu trotoar. “Kalau trotoar ini kan tidak menjadi aset PT Angkasa Pura. Ini kan kewenangan kita untuk menata dan memelihara. Jadi ya walaupun PKS tidak jadi ya tidak berpengaruh pada pemeliharaan trotoar,” katanya.
Dinas PUPR Kota Mataram mengalokasikan anggaran sebesar Rp400 juta untuk penataan eks bandara. Dana tersebut diperuntukkan untuk perbaikan dan penataan trotoar sebesar Rp200 juta. Selain itu, Dinas PUPR memperbaiki toilet dan fasilitas air bersih di area dalam eks Bandara Selaparang dengan dana sebesar Rp200 juta.
“Itu kan batu sikatnya sudah rusak. Dari situlah bagian depan kita tata. Nanti teman-teman dari Dinas Pariwisata dan lainnya tergantung dengan bagian masing-masing. Karena kan sudah dibagi-bagi siapa yang berbuat apa,” katanya. (azm)

