Mataram (Inside Lombok) – Untuk memeriahkan puasa Ramadan 1446 hijriah, Dinas Pariwisata Kota Mataram akan menggelar Festival Kuliner Ramadan. Kegiatan ini akan digelar mulai tanggal 7 Maret pekan ini yang dipusatkan di Teras Udayana.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra mengatakan pelaksanaan festival ini tidak menggunakan anggaran dari APBD melainkan dari pihak ketiga. Dalam pelaksanaannya akan menggunakan konsep bagi keuntungan.
Sebanyak 40 pelaku usaha kuliner di Kota Mataram akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Puluhan pelaku usaha akan menjajakan berbagai aneka makanan khas daerah. “Yang sudah masuk itu ada 40 stand. Ada juga stand dari PKK Kota Mataram. Kuliner semua nanti,” katanya, Rabu (5/3) pagi.
Ia mengatakan, Festival Kuliner Ramadan ini akan dibuka mulai pukul 16.00 Wita hingga 22.00 Wita. Namun pada pelaksanaannya nanti, akan jeda pada saat berbuka hingga pelaksanaan shalat tarawih. “Nanti akan buka sampai jam 10.00 malam. Akan break pada saat salat magrib hingga selesai shalat tarawih. Menu yang dijual itu untuk berbuka hingga menu sahur,” tegasnya.
Lapak-lapak yang disiapkan bersifat gratis. Akan ada kesepakatan antara pelaku usaha dan pihak ketiga sebagai pelaksana. “Kita menggandeng pihak ketiga. Itu lebih buat semangat para pedagang. Nanti ada sharing keuntungan dengan pihak ketiga,” katanya.
Kegiatan ini lanjut Cahya akan dilaksanakan sekitar pukul 25 Maret 2025. Selama pelaksanaannya hanya akan difokuskan untuk penjualan makanan. “Tidak ada e-craft karena ini konsepnya kuliner,” katanya.
Selain membantu masyarakat mendapatkan makanan yang lebih mudah, festival ini juga untuk meramaikan salah satu ruang publik tersebut. Dengan adanya festival, maka Teras Udayana tidak sepi. “Supaya tidak kosong dan tidak ada hal-hal yang negatif di Teras Udayana. Makanya kita ramaikan. Kalau kita kasih kosong kan digunakan di hal yang tidak-tidak,” katanya.
Selain festival kuliner, setiap akhir pekan akan diramaikan dengan live music religi. Akan tetapi, untuk music ini nantinya akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan agar tidak mengganggu kenyamanan masyarakat. “Insyaallah malam sabtu dan minggu ada music-musik religi. Kita sesuaikan biar tidak mengganggu,” katanya. (azm)

