Mataram (Inside Lombok) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram mengimbau masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga akhir Maret 2026. Hujan lebat disertai angin kencang yang dalam beberapa hari terakhir mengguyur Kota Mataram diperkirakan masih terjadi dalam tiga hari ke depan, dengan puncak curah hujan telah terjadi pada Februari lalu.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram, Akhmad Muzakki mengatakan, berdasarkan prakiraan cuaca, hujan dengan intensitas cukup lebat diprediksi terjadi pada 4 dan 5 Maret, terutama di wilayah utara Pulau Lombok dan selatan.
“Tanggal 4 dan 5 Maret diprediksi agak sedikit lebat terutama utara pulau Lombok dan selatan,” katanya, Selasa (3/3/2026).
Ia menjelaskan, perubahan cuaca juga berdampak pada ketinggian gelombang laut yang mencapai 2,5 meter. Data terbaru BMKG menunjukkan puncak curah hujan disertai angin kencang masih berpeluang terjadi dalam beberapa pekan ke depan, seiring masa peralihan musim yang ditandai kondisi atmosfer tidak menentu.
Menurutnya, potensi hujan berintensitas tinggi yang disertai angin kencang harus diwaspadai, baik dalam skala lokal maupun nasional. Kawasan pesisir seperti Ampenan dan Sekarbela menjadi perhatian karena rawan gelombang pasang, abrasi, dan banjir rob.
“Pemantauan intensif dilakukan di sekitar aliran sungai guna mengantisipasi luapan air yang dapat memicu banjir di pemukiman warga,” katanya.
Untuk memastikan respons cepat, seluruh personel kebencanaan diperintahkan meningkatkan pemantauan di titik rawan. BPBD juga mengatur skema koordinasi agar penanganan dampak bencana lebih efektif.
“Kami telah memfokuskan koordinasi penanganan di tingkat kantor lurah setempat. Posko utama di Jalan Lingkar Selatan tetap beroperasi, termasuk posko siaga di 50 kelurahan dan Pendopo Wali Kota,” tegas Muzakki.
Hingga akhir Februari dan awal Maret, curah hujan tinggi masih melanda wilayah NTB yang dipengaruhi fenomena Monsun Asia dan aktivitas atmosfer lainnya. Masyarakat diimbau memantau informasi resmi serta waspada terhadap potensi pohon tumbang dan genangan air saat hujan lebat.

