Mataram (Inside Lombok) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat kenaikan harga emas perhiasan menjadi faktor utama pendorong inflasi di NTB pada Januari 2026. Tren kenaikan harga emas dunia berdampak langsung terhadap Indeks Harga Konsumen (IHK) di daerah tersebut, Senin (2/2).
Ketua Tim Statistik Harga BPS Provinsi NTB, Muhammad Ahyar, mengatakan inflasi NTB secara year on year (y-on-y) pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,86 persen dengan IHK mencapai 110,56. Sementara secara month to month (m-to-m), inflasi Januari 2026 berada di angka 0,27 persen.
“Inflasi bulan Januari 2026 terutama disebabkan oleh harga emas perhiasan yang masih terus mengalami kenaikan. Kenaikan harga emas perhiasan tersebut sejalan dengan tren peningkatan harga emas dunia yang masih tinggi,” ujarnya.
Selain emas perhiasan, tekanan inflasi bulanan juga berasal dari sektor pangan, khususnya komoditas perikanan seperti ikan layang, ikan bandeng, dan ikan teri. Kenaikan harga komoditas tersebut dipengaruhi oleh terbatasnya pasokan akibat kondisi cuaca yang menghambat aktivitas penangkapan ikan.
“Tingginya harga komoditas perikanan dipengaruhi oleh terbatasnya pasokan akibat faktor cuaca yang kurang kondusif, sehingga menghambat aktivitas penangkapan. Selain itu, produksi ikan bandeng juga berkurang akibat curah hujan yang terus berlangsung,” terangnya.
Secara tahunan, inflasi NTB didominasi oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 19,83 persen, termasuk emas perhiasan di dalamnya. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga mencatat inflasi sebesar 13,40 persen.
Di sisi lain, laju inflasi sedikit tertahan oleh penurunan harga komoditas hortikultura seperti cabai rawit, bawang merah, dan cabai merah yang memasuki musim panen. Selain itu, kebijakan pemerintah menurunkan harga bahan bakar kendaraan bermotor nonsubsidi turut memberikan andil dalam menahan tekanan inflasi.
“Faktor lain yang turut menahan laju inflasi adalah kebijakan pemerintah dalam menurunkan harga bahan bakar kendaraan bermotor nonsubsidi seperti pertamax, pertamax turbo, dexlite, dan pertamina dex,” pungkasnya.

