Mataram (Inside Lombok) – Dinas Pariwisata Kota Mataram bersama Kecamatan Ampenan merencanakan pelaksanaan car free night (CFN) sebagai upaya menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di kawasan Ampenan. Salah satu ruas jalan yang direncanakan menjadi pusat kegiatan CFN adalah Jalan Pabean atau kawasan kota tua Ampenan. Program ini ditargetkan dapat mulai dijalankan pada tahun 2026.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra, mengatakan pemilihan Jalan Pabean masih dalam tahap kajian karena berkaitan dengan jalur operasional kendaraan Pertamina. “Kalau kita mengambil jalan Pabean memang melewati jalur Pertamina,” kata Cahya, Selasa (6/1/2026). Ia menyebut koordinasi dengan pihak Pertamina dan Kecamatan Ampenan masih terus dilakukan.
Menurut Cahya, jadwal ritase kendaraan Pertamina menjadi salah satu kendala utama dalam merealisasikan CFN di Jalan Pabean. Oleh karena itu, pihaknya belum dapat memastikan waktu pelaksanaan program tersebut. “Kita coba komunikasi dengan pihak Pertamina bersama Camat Ampenan. Jadwal ritase kendaraan Pertamina ini salah satu kendala. Kita tidak bisa menghalangi kendaraan karena cukup berbahaya,” ujarnya.
Selain Jalan Pabean, Jalan Niaga juga disiapkan sebagai alternatif lokasi pelaksanaan CFN. Meski waktu pelaksanaannya belum ditentukan, skema kegiatan telah mulai disusun. “Belum diketahui kapan ini, tapi sudah kita buat skemanya,” katanya.
Cahya menjelaskan, program CFN merupakan gagasan Wali Kota Mataram untuk menghidupkan kembali kawasan Ampenan, khususnya ruas Jalan Pabean. Melalui CFN, diharapkan terjadi perputaran ekonomi dengan hadirnya lapak-lapak pedagang dan aktivitas masyarakat. “Keinginan wali kota untuk membuat hidup kembali jalur Pabean ini,” ucapnya.
Ia mengakui saat ini banyak ruko di kawasan tersebut yang tutup. Dengan adanya CFN, diharapkan aktivitas perdagangan kembali berjalan dan perekonomian masyarakat meningkat. “Toko-toko yang ada berjualan atau terbuka semua. Kan masih banyak yang tutup sekarang itu. Jadi nanti dengan adanya CFN bisa beroperasi kembali dan makin geliatnya terlihat,” pungkas Cahya.

