26.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramJaga Kondusifitas Selama Ramadan, Mohan Minta Aktivitas Remaja Jadi Perhatian

Jaga Kondusifitas Selama Ramadan, Mohan Minta Aktivitas Remaja Jadi Perhatian

Mataram (Inside Lombok) – Walikota Mataram, Mohan Roliskana langsung memimpin rapat koordinasi sepulang dari retreat, Senin (3/3) pagi. Dalam rakor tersebut, Walikota Mataram menekankan beberapa hal salah satunya kondusifitas daerah selama bulan Ramadan.

Mohan mengatakan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait diminta untuk memaksimalkan pengawasan aktivitas para remaja selama bulan Ramadan. Pasalnya, sejumlah wilayah di Kota Mataram kerap dijadikan sebagai tempat balap liar dan aktivitas lainnya yang dianggap mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Selama bulan Ramadan termasuk untuk keamanan dan ketertiban masyarakat. Misalnya berkaitan dengan aktivitas anak muda kita misalnya balap liar, perang sarung, main petasan, balap lari,” katanya, Senin (3/3) pagi.

Bahkan ia mengaku mendapatkan laporan adanya lomba kendaraan listrik hingga lomba panco. Aktivitas ini tetap dipantau agar tidak memicu gangguan keamanan di tengah masyarakat. “Di Bulan Ramadan ini mereka lebih banyak kegiatan di malam hari. Oleh karena itu kita harus antisipasi,” katanya.

Ia mengatakan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram diminta untuk mengawasi aktivitas para pelaku usaha. Terlebih lagi pada bulan Ramadan ini, sejumlah ruas jalan menjadi pusat penjualan menu berbuka atau takjil. “Kita tidak melarang penjualan takjil dan ini juga musiman. Tapi harus tetap dikendalikan jangan sampai mengganggu arus lalu lintas,” ujarnya.

Sementara itu, untuk rumah makan diminta kerjasamanya selama bulan puasa ini. Artinya, tidak melayani pembeli secara terang-terangan namun disarankan untuk take away. “Usaha rumah makan seperti biasa supaya mereka menyesuaikan,” katanya.

Sementara itu, Kasat Pol PP Kota Mataram, Irwan Rahadi mengatakan pengawasan usaha rumah makan yang dilakukan tidak hanya oleh personil Satpol PP melainkan juga hingga ke tingkat kelurahan. Pada awal puasa ini, masih dalam tahap sosialisasi sehingga semua pelaku usaha memahami aturan tersebut. “Kalau ada yang tidak melaksanakan nanti kita sama aparat terkait,” katanya.

Hasil dari pemantauan yang dilakukan, tempat hiburan di Kota Mataram sudah mematuhi aturan yang berlaku. “Kalau warung makan kita minta supaya di take away. Boleh buka tapi tidak boleh makan ditempat,” ujarnya. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer