30.5 C
Mataram
Kamis, 8 Januari 2026
BerandaMataramJembatan Karang Kemong Rampung, Aktivitas Warga Kembali Normal

Jembatan Karang Kemong Rampung, Aktivitas Warga Kembali Normal

Mataram (Inside Lombok) – Jembatan penghubung Lingkungan Karang Kemong dan Lingkungan Majeluk di Kota Mataram telah rampung dikerjakan dan kembali dapat dilalui masyarakat. Jembatan tersebut sebelumnya ambruk akibat banjir pada 6 Juli 2025, sehingga sempat menghambat aktivitas warga di dua lingkungan tersebut.

Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana mengatakan, rampungnya pembangunan jembatan membuat aktivitas masyarakat kembali berjalan normal. “Kondisi jembatan sekarang ini jauh lebih kokoh dan ini bisa menghubungkan kampong satu dan lainnya. Aktivitas masyarakat juga bisa normal lagi,” katanya.

Ia menjelaskan, saat jembatan terputus banyak aktivitas warga yang terganggu, mulai dari pergerakan ekonomi hingga pengantaran jenazah. Warga harus memutar cukup jauh untuk menuju area pemakaman yang digunakan bersama oleh dua lingkungan. “Karena memang mobilisasi dua kampung ini sangat tinggi sekali, karena di sana ada area pemakaman yang dimanfaatkan bersama. Alhamdulillah sekarang sudah selesai,’’ ungkapnya.

Mohan menyebutkan, melihat tingginya kebutuhan masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menjadikan perbaikan jembatan sebagai prioritas utama. Sebelum pembangunan jembatan permanen selesai, pemerintah daerah juga membangun jembatan sementara. “Walaupun jembatan utamanya belum jadi kita buatkan jembatan sementara dulu. Ini supaya tidak memutus aktivitas masyarakat yang menghubungkan satu kampung dengan lainnya,” katanya.

Pemkot Mataram mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,3 miliar untuk perbaikan Jembatan Karang Kemong. Mohan berharap peristiwa banjir tersebut menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk lebih menjaga lingkungan. “Sudah dilihat sendiri di sana tertata rapi semuanya dan juga ada ruang menjadi tempat untuk berdagang. Itu bisa dimanfaatkan untuk pergerakan ekonomi di lingkungan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning menjelaskan, anggaran Rp 2,3 miliar tersebut tidak termasuk pekerjaan hotmix Jalan Beo sepanjang 800 meter dari pintu masuk Karang Kemong hingga jembatan. “Untuk hotmix beda lagi kontraknya hanya Rp 400 juta. Untuk jembatan juga termasuk untuk tiang PJU yang 8 titik lampu,” ungkapnya.

- Advertisement -

Berita Populer