Mataram (Inside Lombok) – Dua bersaudara Leon Sky Sutrisno Tjiang dan Winston Hope Sutrisno Tjiang kembali berhasil mengharumkan nama daerah di kancah internasional. Kali ini dua bersaudara tersebut mengikuti Lomba Final Matematika Internasional di Science Park Hongkong.
Melita Silvia, orang tua Sky dan Hope, mengatakan kakak beradik tersebut sudah mengikuti kejuaraan baik tingkat nasional maupun internasional sejak taman kanak-kanak. Pada event kali ini, Sky yang merupakan siswa kelas VII di Sekolah Nusa Alam Mataram berhasil meraih medali emas. “Sky ikut lomba Matematika. Dia sama adiknya. Sky mendapatkan medali emas pada kejuaraan ini,” katanya Jumat (29/8) sore.
Sementara Hope juga berhasil menorehkan prestasi dengan berada pada posisi 2nd runner up. “Dia dapat 3 piala dan 1 medali emas. Ada Piala 2nd runner up, Piala Euler Prize (perfect score in Number Theory) dan Piala Pascal Prize (perfect score in Combinatorics),” katanya.
Sebagai orang tua, Silvia sangat mendukung apa yang diminati oleh kedua anaknya. Sebelum mengikuti event, kakak beradik ini mengikuti les private untuk mata lomba yang akan diikuti. “Biasanya tiga sampai empat bulan kita persiapkan. Kita leskan juga dan siapkan mentor khusus,” katanya. Event ini diikuti oleh 19 negara seperti Australia, Bulgaria Cambodia, Canada, Dubai, Georgia, Hong Kong, Macau, Indonesia dan India. Negara lainnya yaitu Jordan, Malaysia, Myanmar, Thailand, Vietnam, Philippines, New Zealand, Singapore, dan Sri Lanka.
Sebelum mengikuti babak final, kedua anaknya mengikuti babak Heat atau penyisihan di Mataram pada bulan Mei lalu. Selain itu, Sky dan Hope tahun 2026 mendatang akan maju ke Final World International Mathematical Olympiad (WIMO) di Shenzen, China. Dikatakannya, Sky sudah mengikuti kejuaraan tingkat internasional sekitar tujuh kali secara offline. Dari kejuaraan di berbagai negara, Sky meriah sejumlah prestasi. Tidak hanya kakaknya, Hope juga tidak mau kalah. Meski masih duduk di kelas III SD, dia sudah mengikuti sekitar empat kali kejuaraan tingkat dunia. “Ada juga pada saat covid itu. diikuti secara online,” katanya.

