Mataram (Inside Lombok) – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram menggelar manasik haji kepada 733 jamaah calon haji yang akan berangkat pada musim haji tahun ini. Manasik haji yang dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan kepada para jamaah selama berada di Tanah Suci nanti.
Kepala Seksi Pelaksanaan Haji dan Umrah Kemenag Kota Mataram, Kasmi mengatakan materi yang disampaikan kepada jamaah yaitu tentang kebijakan Pemerintah Arab Saudi terhadap pelaksanaan haji serta kebijakan pemerintah Indonesia terhadap pelaksanaan rukun islam yang kelima ini. “Kita juga sampaikan itu tentang proses perjalanan ibadah haji,” katanya.
Selain itu, setiap tahun ada kuota khusus yang diberikan kepada para jamaah yang sudah termasuk lanjut usia (lansia). Di mana, jumlah lansia yang akan berangkat musim haji tahun ini yaitu sebanyak delapan orang. “Kita juga sampaikan terkait kesehatan jamaah selama berada di tanah suci. Obat-obatan yang perlu dibawa dan sebagainya,” katanya.
Untuk memastikan semua jamaah mengerti apa saja yang perlu dan harus disiapkan serta ibadah-ibadah selama berada di Tanah Suci, manasik akan dilanjut di masing-masing kecamatan. Nantinya, manasik di masing kecamatan akan disertai dengan praktik sehingga para jamaah memiliki gambaran.
“Manasik akan dilanjutkan di masing-masing kecamatan. Nanti ada dibuatkan miniature Ka’bah sebagai tempat praktek. Nanti bisa lebih terarah. Kalau manasik yang kita lakukan itu kan hanya secara garis besar,” katanya.
Di sisi lain, Kemenag Kota Mataram juga memberikan perhatian terhadap para jamaah yang masuk kategori risiko tinggi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Mataram jumlah jamaah calon haji Kota Mataram yang termasuk kategori risiko tinggi yaitu risiko tinggi ringan 187 orang, risiko tinggi berat 170 orang, risiko tinggi sedang 121 orang jamaah.
Jumlah tersebut bukan hanya yang akan diberangkatkan melainkan yang termasuk jamaah cadangan. “Semua yang datang periksa kesehatan. Termasuk cadangan,” kata Kepala Bidang Pelayanan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Dewi Ayu Muniarti.
Ia mengatakan sebanyak 480 orang jemaah mendapatkan pendampingan obat dan sebanyak empat orang jamaah pendampingan oleh petugas atau dari keluarga jamaah. “Ini total dari semua yang diperiksa. Karena kan ada juga yang masih status cadangan,” katanya. (azm)

