25.5 C
Mataram
Kamis, 5 Februari 2026
BerandaMataram1,09 Persen Warga Mataram Masih Masuk Kategori Miskin Ekstrem

1,09 Persen Warga Mataram Masih Masuk Kategori Miskin Ekstrem

Mataram (Inside Lombok) – Angka kemiskinan ekstrem di Kota Mataram tercatat sebesar 1,09 persen pada tahun 2025 berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram. Capaian ini menjadi perhatian pemerintah daerah seiring target pemerintah pusat untuk menurunkan kemiskinan ekstrem menjadi 0 persen pada 2029.

Plt Kepala Bappeda Kota Mataram, M. Ramadhani, mengatakan angka kemiskinan ekstrem tersebut setara dengan 5.930 jiwa yang tersebar di enam kecamatan. Selain itu, tingkat kemiskinan absolut di Kota Mataram tercatat sebesar 7,15 persen atau sebanyak 39.820 jiwa. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi atensi pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan target nasional pengentasan kemiskinan ekstrem.

Ia menjelaskan, upaya penanganan kemiskinan ekstrem dilakukan melalui peningkatan pendapatan masyarakat dan pengurangan beban pengeluaran. Program yang dijalankan antara lain penyediaan sekolah gratis dan pemenuhan layanan kesehatan.

“Upaya yang dilakukan saat ini dengan peningkatan pendapatan serta mengurangi pengeluaran. Misalnya memberikan sekolah gratis. Kesehatannya juga dipenuhi,” katanya, Rabu (4/2) pagi.

Selain itu, pemerintah juga melakukan intervensi pada kawasan permukiman melalui perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH). Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi terpadu dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem di Kota Mataram. “Strategi itu yang akan dilakukan,” ujarnya.

Ramadhani menegaskan, pengentasan kemiskinan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu organisasi perangkat daerah (OPD), melainkan dilakukan secara bersama sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Ia juga mengakui penurunan angka kemiskinan ekstrem tergolong sulit meskipun hanya 0,5 persen karena berada pada kategori paling bawah.

“Bisa turun 0,5 persen cukup sulit membersihkannya karena ini keraknya,” katanya.

Menurutnya, penurunan angka kemiskinan secara umum juga menghadapi tantangan serupa. Penurunan dari 8 persen menjadi 7,15 persen di Kota Mataram membutuhkan waktu hingga dua tahun. “Jika kemiskinan dibawah 10 persen, dia relatif sulit atau berat untuk berkurang. Karena dipengaruhi banyak faktor termasuk sosial budaya,” ungkapnya.

- Advertisement -

Berita Populer