Mataram (Inside Lombok) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi NTB mencatat empat daerah di Pulau Sumbawa resmi mengundurkan diri sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026. Pengunduran diri tersebut disebabkan keterbatasan anggaran daerah. Dari rencana awal 10 kabupaten/kota, kini tersisa enam daerah yang menyatakan kesiapan menjadi penyelenggara.
Empat daerah yang mengundurkan diri yakni Kota Bima, Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, dan Kabupaten Sumbawa. Dengan keputusan tersebut, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjadi satu-satunya daerah di Pulau Sumbawa yang tetap bertahan sebagai tuan rumah Porprov NTB 2026.
Ketua KONI Provinsi NTB, Mori Hanafi, mengatakan pengunduran diri keempat daerah tersebut disebabkan keterbatasan fiskal. “Alasan keterbatasan fiskal,” kata H. Mori Hanafi. Ia menegaskan kondisi keuangan daerah tidak memungkinkan untuk mendukung pelaksanaan Porprov.
Sebagai langkah penyesuaian, seluruh pertandingan yang semula direncanakan digelar di empat daerah tersebut dialihkan ke Kota Mataram. Pengalihan lokasi dilakukan agar seluruh rangkaian Porprov tetap dapat berjalan sesuai rencana. “Alasannya murni keterbatasan fiskal. Kita tidak bisa memaksa karena kondisi keuangan masing-masing daerah sedang sulit,” katanya.
Selain perubahan lokasi, jadwal pelaksanaan Porprov NTB 2026 juga mengalami penundaan. Kegiatan yang semula dijadwalkan mulai 3 Juli 2026 diundur menjadi 16 Juli 2026 untuk menghindari bentrok dengan agenda event olahraga nasional pada 11–12 Juli 2026. Penyesuaian ini dilakukan guna memastikan pelaksanaan Porprov berjalan optimal.

