32.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramKonferensi ICATEI 2025, NTB Diproyeksikan Jadi Pusat Energi Hijau Bali–Nusra

Konferensi ICATEI 2025, NTB Diproyeksikan Jadi Pusat Energi Hijau Bali–Nusra

Mataram (Inside Lombok) – Konferensi internasional International Conference on Advanced Technologies in Energy and Informatics (ICATEI) 2025 resmi dibuka di Mataram, Rabu (22/10). Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut menjadi forum strategis untuk membahas masa depan energi baru terbarukan (EBT) di kawasan timur Indonesia.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Institut Teknologi PLN (ITPLN) dan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB), dengan fokus pada inovasi energi berkelanjutan dan teknologi informatika. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyatakan optimisme bahwa Lombok dan Sumbawa memiliki potensi besar menjadi pusat pengembangan energi hijau di kawasan Bali–Nusra.

“NTB memiliki sumber daya alam yang ideal, terutama dengan keberadaan 77 bendungan dan lebih dari 400 pulau satelit. Provinsi ini memiliki bendungan terbanyak di Indonesia, tetapi baru sekitar 20 persen yang termanfaatkan untuk EBT. Selain itu, ratusan pulau kecil di sekitar Lombok dan Sumbawa dapat menjadi basis pengembangan tenaga surya berkapasitas besar,” jelasnya.

Iqbal menambahkan, pesatnya pertumbuhan ekonomi NTB turut meningkatkan permintaan energi sehingga membuka peluang investasi strategis di sektor energi bersih. “Ke depan, kita tidak lagi melihat Bali, Lombok, dan Sumbawa sebagai wilayah terpisah, tetapi sebagai satu ekosistem energi terpadu saling melengkapi dari sisi demand dan supply,” ujarnya.

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menegaskan dukungan penuh PLN terhadap visi Pemerintah Provinsi NTB dalam mewujudkan ekosistem energi hijau. “Kami berkomitmen terus memperkuat infrastruktur kelistrikan, mendorong investasi EBT, dan menjamin keandalan pasokan listrik di seluruh wilayah NTB,” katanya.

Selain menjadi ajang diskusi internasional, ICATEI 2025 juga berperan dalam memperkuat riset dan inovasi energi nasional. ITPLN memanfaatkan forum ini sebagai sarana akselerasi penelitian teknologi baru yang relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus memperkaya kurikulum di bidang energi terbarukan dan teknologi informasi.

“Konferensi ini menjadi ruang kolaborasi vital bagi pemerintah, industri, dan akademisi dalam mempercepat transisi energi,” ujar perwakilan ITPLN. Melalui forum ini, PLN dan ITPLN berupaya memperkuat kontribusi Indonesia dalam transisi energi global melalui kemitraan, investasi, dan inovasi berkelanjutan.

- Advertisement -

Berita Populer