Mataram (Inside Lombok) – KONI Kota Mataram memperhatikan serius masalah gizi para atlet. Pasalnya, pemenuhan gizi sangat berpengaruh terhadap penampilan pada saat pertandingan.
Ketua KONI Kota Mataram, Firadz Pariska mengatakan untuk meningkatkan pengetahuan bidang sport science, KONI Kota Mataram mengirim satu orang ahli gizi untuk mengikuti pelatihan. Kegiatan ini banyak diikuti petugas kesehatan, kebugaran dan KONI Kota Mataram satu-satunya yang mengirim perwakilan. Pelatihan terkait nutrisi ini diadakan Asosiasi Nutrisionis Nasional.
“Semua kabupaten kota memiliki target sama dengan kami. Kalau kabupaten kota merebut juara, kalau kami tentunya mempertahankan juara dan memperbaiki perolehan medali emas,” katanya Selasa (18/11) siang.
Sementara itu, Bidang Sport Science KONI Kota Mataram, dr. Intan Primayanti mengatakan selama ini nutrisi para atlet tidak terlalu diperhatikan. Padahal, kebutuhan nutrisi ini berbeda antara masing-masing cabang olahraga (cabor).
“Selama ini menu makanan di Kota Mataram disamakan dari awal. Tapi sekarang perlu kita perbaiki dari tiap cabornya,” katanya.
Sport nutrisi ini baru diadakan tahun 2025 ini. Dan pelatihan ini berkaitan erat dengan tes kesehatan yang sebelumnya sudah dilakukan KONI Kota Mataram. “Ini untuk performa atlet semakin baik,” katanya.
Diterangkannya, dari tes kesehatan yang sudah dilakukan diketahui para atlet Kota Mataram masih banyak yang memiliki HB rendah dan tinggi. Artinya, HB atlet ini sedikit berada di batas normal. “Misal atletik dan angkat besi itu butuh nutrisi yang berbeda. Atletik itu kan singkat dengan karbohidrat sedikit, beda dengan angkat besi yang butuh banyak protein,” ujarnya.
Menurutnya, kualitas atlet saat bertanding tidak hanya dari latihan rutin yang dilakukan. Karena yang paling penting adalah pemenuhan nutrisi para atlet. Sedangkan latihan merupakan factor nomor dua. “Faktor gizi itu sangat penting sekali. Nanti di pelatihan itu kita akan belajar mengatur hidrasi atlet, bagaimana cara cek kadar gula atlet,” katanya.

